MA-Mujiaman, Tes Kesehatan Minggu Depan

Paslon Eri Cahyadi dan Armuji saat baru datang untuk mengikuti tes kesehatan di RSUD dr Soetomo Graha Amerta Surabaya, Selasa (8/9/2020). SP/Julian

 

Eri-Armuji Lakukan Tes Kesehatan Selasa Kemarin

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – RSUD dr Soetomo Surabaya Selasa (8/9/2020) kemarin ternyata mengagendakan jadwal tes kesehatan yang berbeda untuk pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Surabaya.

Bila paslon wali kota dan wakil wali kota Surabaya Eri Cahyadi-Armuji, menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari pertama, Selasa (8/9/2020) dari jadwal yang sudah ditentukan KPU Surabaya. Sementara, paslon wali kota dan wakil wali kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) akan dijadwalkan Senin minggu depan.

Hal ini diungkapkan Imam Syafii, Direktur Media dan Komunikasi Tim Pemenangan Machfud-Mujiaman, yang mengatakan bahwa ketidakhadiran bakal paslon ini sesuai dengan petunjuk RSUD dr. Soetomo. Keduanya diminta melakukan tes kesehatan lanjutan pada pekan depan bersama bakal paslon bupati dan wakil bupati Sidoarjo.

“Pak MA dan Pak Mujiaman hanya diberi tahu pihak RSUD dr Soetomo bahwa jadwal pemeriksaan kesehatan dilaksanakan minggu depan bersama paslon kepala daerah Sidoarjo,” ujarnya, kepada Surabaya Pagi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Bacawawali Surabaya Mujiaman membenarkan dirinya bersama Machfud batal untuk ikut tes psikologi gelombang pertama. Selanjutnya, dijadwalkan oleh KPU Kota Surabaya pada gelombang kedua.

"Tadinya gelombang I. Akan tetapi, KPU hanya memberi tahu seperti itu (gelombong II). Ya sudah kita ikuti jadwal dari KPU dan RSUD," kata Mujiaman.

Meski begitu, Mujiaman mengaku dirinya dan Machfud hingga saat ini dalam kondisi sehat. Posisinya saat ini, Mujiaman mengaku berada di sekitaran posko pemenangan Machfud-Mujiaman, Jalan Basuki Rachmat.

Bahkan, Surabaya Pagi mendapat video singkat di pesan WhatsApp, Selasa (8/9/2020), Machfud Arifin sedang bermain tenis meja dengan salah satu rekannya. Dalam video berdurasi 20 detik itu, Machfud terlihat segar bugar dan fit dengan meladeni smash-smash dari rekan tandingnya itu.

Untuk diketahui, bahwa pemeriksaan kesehatan terhadap bapaslon merupakan salah satu rangkaian tahapan Pilwali Surabaya, yang meliputi kesehatan jasmani, rohani dan bebas penyalahgunaan narkotika.

 

Eri-Armuji Dinyatakan Sehat

Sementara Eri-Armuji datang ke RS Graha Amerta tepat jam 07.45 WIB. Dengan mengenakan pakaian putih, pasangan yang diusulkan PDIP, didukung PSI serta 6 koalisi partai politik non parlemen terlihat melakukan registrasi kemudian masuk ke ruang pemeriksaan.

“Alhamdulillah kemarin swab hasilnya negatif. Semua itu berkat doa teman-teman," kata Bacawali Surabaya Eri Cahyadi saat menjalani tes psikologi di RSUD Soetomo Surabaya, Selasa, (8/9/2020).

Saat ditanya soal persiapan tes psikologi atau kejiwaan kali ini, Eri mengatakan tidak ada persiapan apapun.”Tidak ada persiapan. Kegiatan seperti biasa seperti Shalat Tahajud,”katanya.

 

Senada juga diungkapkan oleh Bacawawali Surabaya Armuji. Mantan Anggota DPRD Jatim ini mengatakan hasil swab yang dilakukan di RSUD Soetomo negatif. "Alhamdulillah hasilnya negatif. Dua hari lalu sebelum pendaftaran kami juga swab mandiri dan hasilnya negatif," katanya.

 

Terpisah, Kepala Humas RSUD Dr Soetomo dr Pesta Parulian menjelaskan, bahwa jadwal pelaksanaan tes kesehatan di hari pertama, Selasa (8/9/2020) adalah tes psikologi (kejiwaan). Sedangkan di hari kedua, Rabu (9/9/2020) adalah tes kesehatan jasmani.

"Pemeriksaan dibagi dua kelompok. Pemeriksaan fisik dan non fisik. Yang hari ini pemeriksaan fisik, besok non fisik. Dan sebaliknya," terangnya Selasa (8/9/2020).

Karena pelaksanaan Pilwali Surabaya 2020 dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, maka dilakukan pula tes swab terhadap bapaslon yang sudah dilakukan Senin (7/9). "Hasilnya kita sampaikan KPU. Dan KPU akan menyampaikan ke teman-teman semua (media)," jelas Pesta.

Sementara itu saat disinggung dugaan adanya paslon yang terkonfirmasi positif Covid-19, Pesta mengatakan belum bisa menyampaikan hal tesebut.

Menurut Pesta hasil tes swab akan disampaikan oleh pihak KPU setelah mendapat informasi dari rumah sakit. "Prinsipnya, untuk yang dinyatakan positif tentu tak diizinkan untuk mengikuti tes kesehatan lanjutan," pungkasnya.