ANALISA BERITA

Manajemen Data Kurang Baik

Maulina Pia Wulandari Pakar Manajemen Isu dan Krisis Unibraw

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dengan data yang tidak sinkron pada kasus Covid-19, saya rasa manejemen pengumpulan data kurang baik. Seharusnya koordinator cukup PSC (Public Safety Center), 119 saja. Tinggal mereka lihat di TPU Samaan berapa, TPU ini berapa.

Sehingga data yang masuk ke pemkot itu jelas. Kalau tunggu laporan dari setiap TPU akan lama, karena mereka setiap hari urusi jenasah. Jadi dibuat satu pintu saja.

Seperti data pasien yang isoman dan meninggal di rumah. Ini yang lebih repot. Laporannya kemana? yah ke RT khan? RT berjenjang, dari RT ke RW lalu ke kelurahan. Baru lapor Satgas Covid-19 atau lapor ke Kecamatan.

Ini khan flow dan birokrasinya lama. Kecuali RT diberi akses langsung. Misal ke pemkot atau Pemkab. Siapa pun warga di sini yang meninggal karena isoman langsung isi aplikasi ini.

Untuk itu, pemerintah harus segera memperbaiki. Harus memberikan public addres yang baik terkait data Covid-19 saat ini.

Public address yang dimaksudkan adalah pemeberian penjelasan mengapa sampai hal tersebut terjadi dan langkah penyelesaian di lapangan, atau bukan pernyataan membela diri dengan alasan telah transparan.

Kalau masyarakat menangkap basah bahwa benar ada data yang disembunyikan, dampaknya bisa parah. Rakyat gak percaya sama pemerintah. Semakin sulit diatur, semakin besar penolakan terhadap PPKM. Tetapi kalau itu dijelaskan, benar ada manageman data yang salah maka saya kira bisa diperbaiki.

Saya berharap dalam kondisi ini transparansi sangat diperlukan. Penyembunyian data dengan motif-motif tertentu khususnya untuk memperbaiki image akan semakin menambah persoalan ke depannya. (Seperti yang diungkapkan Maulina Pia Wulandari kepada wartawan Semmy Mantolas, Rabu 28 Juli 2021)