Mantan Pramugari Sukses Banting Setir Jualan Sate dan Tahu Crispy

Martha Puri, mantan pramugari yang kini jualan sate. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Lewat unggahan video di Tiktok milik Martha Puri kini ia viral lantaran membagikan kisahnya dulu bekerja sebagai pramugari dan kini alih profesi jualan sate taichan dan tahu crispy. Martha sendiri mengaku mengunggah video ke TikTok mengenai bisnis yang dirintisnya ini sebagai sebuah promosi. Dia berharap usahanya bisa semakin dikenal.

Sejak awal Corona menghantam Indonesia, ia sudah tak bekerja lagi sebagai pramugari. Dia yang merupakan pegawai kontrak, tak mendapat kontrak lanjutan dari maskapai tempatnya bekerja. Pada saat awal kontraknya sebagai pramugari berakhir, Martha mengaku sempat merasa terpuruk dan sedih. Namun perlahan ia pun berusaha bangkit dengan melanjutkan usahanya yang sempat terhenti. Setelah tiga bulan tak bisa move on dia memutuskan membuka usaha.

"Selama kurang lebih tiga bulan belum bisa move on hanya bisa jalanin kehidupan biasa, akhirnya pada Juli, aku bertekad untuk membuka usaha. Dulu di tahun 2016 aku sempat buka usaha Sate Taichan. Sempat tutup karena aku sudah diterima kerja di maskapai. Dan sekarang aku coba lagi usaha itu yang dipegang oleh adikku, karena adikku juga sudah tidak bekerja. Lalu aku pun masih mencoba usaha lain dengan temanku yaitu membeli franchise tahu krispi," kata Martha, dikutip Rabu (21/4/20210.

Martha pun menamai bisnisnya ini "Brotherhood". Melalui nama tersebut dia merintis usaha berjualan sate taichan, pancong lumer dan juga tahu krispi. Kini setelah sempat viral karena kisahnya alih profesi karena terdampak Corona, ia mengaku penjualan sate taichan dan tahu crispy miliknya meningkat.

"Penjualan saat ini aku bersyukur semakin meningkat, walaupun tidak signifikan, setidaknya orang-orang sudah mulai banyak mengetahui tentang jualan ini. Reaksi pengunjung ada beberapa dari teman-teman TikTok juga, mereka senang mereka bilang enak," ucap Martha.

Meski sudah mengalami peningkatan, Martha mengatakan omzet usahanya masih belum menentu. Dia pun tetap bersyukur karena penjualannya terus bertambah.

"Kita udah mulai bikin 200-300 tusuk di weekday. Yang waktu pertama kita cuma bikin 100-150 tusuk aja. Itu baru sate taichannya belum sate kulit dan sate usus. Kalau tahu crispy juga karena kita tambah menu di mix kentang jadi orang banyak pilih tahu mix kentang sih," jelasnya.

Alih profesi dari pramugari jadi berjualan sate taichan dan tahu crispy, Martha mengaku mengalami beberapa kendala. Namun buatnya kesulitan tersebut bukan masalah berarti yang membuatnya menyerah. Dsy10