Manusia Nikahi Kambing, Hebohkan Gresik

Proses pernikahan manusia dengan seekor kambing di Padepokan Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik.

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Warga Kabupaten Gresik dihebohkan dengan ritual pernikahan antara manusia dengan kambing. Video pernikahan nyeleneh tersebut diunggah ke media youtube dengan judul "Viral ! Video Pria asal Gresik Menikahi Seekor Domba, Alasannya Dapat Wangsit"

Belakangan, diketahui pernikahan itu terjadi di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, pada Minggu (5/6/). Pengantin pria adalah warga Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, bernama Saiful Arif (44), yang menikahi seekor kambing betina yang disimboliskan sebagai anak dari Sri Kinasih dan diberi nama Sri Rahayu bin Bejo.

Pernikahan itu disaksikan sejumlah tokoh masyarakat sekitar, termasuk salah satu anggota DPRD Gresik dari Fraksi Nasdem, Nurhudi Didin Arianto, atau yang akrab disapa Ki Ageng Gus Nur Hudi selaku pemilik Pesanggrahan Keramat 'Ki Ageng'.

Pernikahan aneh tersebut mendapat tanggapan negatif dari warganet. Salah satunya adalah akun bernama Cak Salim yang menulis komentar "Hancurkan aliran sesat....nng sat set...". Ada pula akun Zukhal Khoiri menulis "Aku Yo Gresik..nek desoku iku jenenge gk waras..wayahe di gowo Nang menur (Rumah Sakit Jiwa di Menur Surabaya, Red).

Video tersebut menayangkan prosesi pernikahan yang berlangsung seperti pernikahan antara pasangan manusia. Mirisnya, akad nikah itu dilakukan dengan akad Islam.

Sejak video diunggah pada 5 Juni 2022 lalu, video tersebut sudah ditonton 995 kali.

Terkait viralnya video ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku prihatin sekaligus kecewa. "Seperti zaman Jahiliyah," jawab Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik, saat dimintai tanggapannya usai sidang paripurna di kantor DPRD Gresik, Senin (6/6).

Ditambahkan Gus Yani, pihaknya menyerahkan kasus ini ke alat kelengkapan DPRD. "Biar dewan yang mengurusnya," ujarnya.

Ditambahkan Gus Yani, Gresik sejak lama dikenal sebagai Kota Santri. Banyak pondok pesantren di Gresik yang mendidik masyarakat Gresik maupun luar daerah menjadi manusia yang berakhlakul karimah.

Selain pesantren, Gresik juga dikenal sebagai Kota Wali lantaran banyak makam para Auilya atau Wali Allah seperti Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri.

"Mencoreng nama baik Gresik sebagai Kota Santri, Kota Wali. Sangat miris, karena peradaban sudah maju tapi masih ada saja yang menjalani peradaban kemunduran seperti zaman Jahiliyah," tegasnya.

Bupati Gus Yani menerangkan, prosesi pernikahan tak lazim itu seharusnya tak dilakukan. Apalagi, dengan dalih membuat konten media sosial belaka.

"Tidak bermoral," jelas Gus Yani, tegas.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir menyatakan sikap yang sama dengan bupati. Menurut dia, apapun alasannya itu merupakan tindakan tak terpuji.

Menurutnya, menikah merupakan tradisi sangat sakral yang diajarkan oleh agama Islam antara laki-laki dan perempuan. Jangan sampai ada ketersinggungan.

"Saya menyayangkan, kami di DPRD karena ini dengan alasan konten atau apapun ada batasan tertentu, apalagi itu tradisi sangat sakral," imbuh dia.

Adanya keterlibatan anggota dewan, Qodir menambahkan akan menindaklanjuti. Melalui Badan Kehormatan, dia bakal melakukan investigasi lebih lanjut.

"Apalagi ada keterlibatan anggota dewan. Kalau memang ada ya disayangkan, di ruang publik akan kami tindaklanjuti," ujar dia. grs