Mark Zuckerberg Rugi Rp 99,5 T, Masih Dikritik Roy Suryo

Mark Zuckerberg (kiri) berbincang bersama Jokowi saat mengunjungi Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta pada 13 Oktober 2014 lalu.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Guncangan atas downnya, WhatsApp, Instagram, dan Facebook sejak Senin (4/10) malam pukul 23.00 WIB, memukul pemilik tiga akun Mark Zuckerberg. Selain menderita kerugian Rp 99,5 triliun, Mark masih dikritik Pakar telematika Indonesia, Roy Suryo. Mark sudah minta maaf dan sejak pagi tadi, tiga akunnya bisa digunakan oleh publik Indonesia dan dunia.

Sejak Senin malam (4/10), WhatsApp, Instagram, dan Facebook mengalami kendala tidak bisa diperbarui atau down. Langsung Zuckerberg, meminta maaf lewat akun Facebook pribadi miliknya.

Pada permintaan maaf tersebut, Mark menuliskan bahwa dirinya mengetahui bahwa layanan media sosial (medsos) miliknya sangat diandalkan oleh pengguna untuk tetap terkoneksi dengan orang lain. Ia juga mengkonfirmasi bahwa ketiga layanan tersebut sudah normal dan bisa kembali digunakan.

 

Kembali ke SMS

Pakar telematika, Roy Suryo, menanggapi soal pernyataan Mark Zuckerberg terkait WhatsApp, Facebook, dan Instagram yang error.

Roy Suryo menyatakan ucapan Mark Zuckerberg mengenai errornya WhatsApp dan media sosial lain itu justru menjadi pemicu.

Disampaikan Roy Suryo, sudah waktunya bagi pengguna WhatsApp dan media sosial tak bergantung pada satu platform saja.

"Kata-kata Mark Zuckerberg ini justru jadi pemicu bagi kita untuk tidak hanya bergantung kepada 1 platform," katanya pada Selasa, (5/10/ 2021).

"Maka banyak juga yang mengaktifkan Telegram, Signal, atau Line," sambungnya, dari akun Twitter @KRMTRoySuryo2.

Akan tetapi, meskipun banyak alternatif seperti yang dia disebutkan, tetap semuanya bergantung pada internet.

Sebab itu, pada akhirnya alternatif terakhir adalah dengan kembali ke zaman dulu meskipun biayanya lebih mahal yaitu mengirimkan pesan SMS.

 

Berefek pada Kekayaan Mark

Ternyata, tumbangnya WhatsApp, Facebook, dan Instagram langsung berefek pada kekayaan Mark secara pribadi. Seperti yang dilansir Bloomberg, setelah ketiga aplikasi tersebut down, kekayaan Mark langsung turun sekitar US$7 miliar, atau setara Rp99,5 triliun.

Salah satu indikator kerugian karena nilai saham yang dimiliki Facebook turun mencapai 5 persen. Nasdaq Composite Index dari Facebook merupakan salah satu yang mengalami penurunan tajam yaitu sebesar 2,1 persen di 14,255.48.

Selain itu, Dow Jones Industrial Average juga menunjukkan penurunan, yaitu sebesar 0,9 persen jadi 34,002.92. Lalu S&P 500 Facebook jatuh 1,3 persen ke 4,300.46.

Ini merupakan tamparan bagi Mark karena di pertengahan September lalu, saham Facebook sudah mengalami penurunan sebesar 15 persen. n rts, jk, er,05