'Mas Eri-Cak Ji, Saatnya Bekerja tanpa Tapi-tapian'

Eri Cahyadi dan Armudji

Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDIP Surabaya

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - PDI Perjuangan Kota Surabaya menyambut antusias pelantikan Eri Cahyadi dan Armudji sebagai calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya, yang akan digelar di Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/2/2021) hari ini.

Melalui Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono, sudah saatnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya terpilih harus bisa melakukan transformasi dan melepas dari bayang-bayang Tri Rismaharini.

“Semoga Mas Eri dan Cak Armudji, yang merupakan pilihan rakyat bisa meneruskan berbagai transformasi Surabaya tanpa ada bayang-bayang dari wali kota sebelumnya. Kini saatnya (Eri dan Armuji) bekerja total, melayani dengan hati, mengabdi tanpa ‘tapi-tapian’....,” ujar Awi, sapaan Adi Sutarwijono, Kamis (25/2/2021).

Awi mengatakan, para relawan dan warga Surabaya juga sangat antusias menyambut hadirnya pemimpin baru, Eri Cahyadi -Armudji. Keduanya akan meneruskan berbagai kemajuan Kota Pahlawan selama ini sudah dibangun sejak  Wali Kota Bambang DH, kemudian dilanjut dua periode Tri Rismaharini dan diteruskan kader PDIP lainnya Whisnu Sakti Buana.

“Di kampung-kampung, warga bersiap membikin nonton bareng pelantikan, yang bakal disiarkan di akun media sosial Pemkot Surabaya maupun stasiun televisi. Saya berpesan agar semuanya tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Awi.

Awi menambahkan, harapan warga yang tinggi tersebut harus diterjemahkan Eri-Armudji dengan kerja-kerja yang cepat. Berdampak  ke rakyat, progresif, dan selalu terbuka kepada kritik serta masukan. Dia yakin hal itu bisa dilakukan Eri-Armudji. Selama ini keduanya telah melakoni gaya kepemimpinan yang terbukti mampu melayani rakyat.

“Sebelum maju Pilkada, Mas Eri Cahyadi adalah birokrat yang berpikiran terbuka, progresif, kaya inovasi. Adapun Cak Armudji adalah politisi berpengalaman berjiwa kerakyatan, yang terbukti lebih dari 20 tahun dipercaya menjadi wakil rakyat,” papar Ketua DPRD Surabaya ini.

Di depan mata, sambung Awi, pekerjaan besar Surabaya telah menanti terutama, dalam hal penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“Penanganan pandemi dari sisi kesehatan yang selama ini telah gencar dilakukan Pemkot Surabaya. Baik dari sisi preventif maupun 3T (test, tracing, treatment). Efektivitasnya perlu ditingkatkan agar kasus konfirmasi positif Covid bisa terus kita tekan,” jelasnya.

Adapun dari sisi pemulihan ekonomi, terang Adi, fokus utama adalah pada pembukaan kembali lapangan kerja. “Hal itu bisa dilakukan dengan intervensi kebijakan dan membuka ruang-ruang baru bagi tumbuh kembangnya usaha warga,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga telah menyiapkan penyambutan Wali Kota Surabaya dan Wakil Wali Kota Surabaya baru. Bahkan, pemkot juga memastikan bahwa acara penyambutan itu digelar dengan tetap menerapkan prokes.

“Jadi, nanti di lobby lantai 2 dan lantai 1 Balai Kota Surabaya akan disiapkan layar monitor untuk menyaksikan pelantikan itu, termasuk pula di halaman Balai Kota Surabaya dan di kediaman Wali Kota Surabaya Jalan Sedap Malam. Bahkan, warga juga bisa menyaksikan pelantikan itu dari kantor kelurahan masing-masing, tapi tetap akan dibatasi supaya tidak berkerumun,” tegas Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara, Kamis (25/2/2021).

 

Mensos Risma Diundang

Menurutnya, tamu undangan dari Forpimda Surabaya akan menyaksikan pelantikan itu di lobby lantai 2 Balai Kota Surabaya. Bahkan, pemkot juga sudah mengundang mantan Wali Kota Surabaya yang saat ini menjabat Menteri Sosial RI Tri Rismaharini. “Kita sudah mengundang beliau. Jika beliau hadir, Insyallah nanti akan menyaksikan pelantikan itu dari lobby lantai 2 balai kota,” kata dia.

Setelah pelantikan di Grahadi, Wali Kota Surabaya dan Wakil Wali Kota Surabaya akan langsung ke Balai Kota Surabaya. Sebab, di lobby lantai 2 itu sudah ditunggu oleh Forpimda. “Nah, ketika di lantai 2 itu, maka proses selanjutnya beliau akan menyapa warga via zoom yang telah ikut proses pelantikan dari kantor kelurahan,” imbuhnya.

Febri memastikan bahwa semua proses penyambutan ini akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, ia juga memastikan bahwa semua lokasi yang dijadikan tempat penyambutan sudah diasesmen oleh Satgas Covid-19 Kota Surabaya.

“Sejak beberapa hari lalu teman-teman Satgas Covid-19 Surabaya sudah melakukan asesmen, dan berbagai rekomendasinya kita lakukan. Jadi, meskipun kita menggelar acara penyambutan, kita tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya. Alq/cr2/rmc