Masyarakat Madura Demo Kebijakan Pemkot Surabaya

Massa dari daerah Madura berdemo di depan Balai Kota Surabaya, Senin, (21/6/2021) . SP/ANGGADIA MUHAMMAD 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Ratusan masyarakat berkumpul di depan gedung Balai Kota Surabaya untuk melancarkan aksi demo untuk memprotes kebijakan Pemkot soal penyekatan dan tes swab antigen di pintu masuk jembatan Suramadu, Senin, (21/6/2021).

Berdasarkan informasi ya g diperoleh Surabaya Pagi, massa aksi mulai bergerak dari wilayah Bangkalan, Madura kemudian melintasi jembatan Suramadu pada pukul 10.00 pagi dan tiba di halaman Balai Kota Surabaya pada pukul 12.05 WIB. 

"Kami menuntut Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk membubarkan penyekatan dan swab antigen di Suramadu. Tolong kepada bapak Wali Kota untuk keluar dan menemui kami. Pak Eri keluar, ini rakyat Madura," ungkap salah satu orator di atas mobil komando, Senin (21/6/2021). 

Pantauan Surabaya Pagi, Barisan aparat yang terdiri dari kepolisian dan TNI berjaga di bagian luar gerbang balai kota. 

"Tolong jangan ada perkelahian. Bapak polisi, kalau ada provokator tangkap saja pak," ujar salah satu massa aksi. 

Massa aksi menilai bahwa swab antigen yang digelar di penyekatan Suramadu merupakan intimidasi dan sikap diskriminatif pada warga Madura. 

"Kami meminta Eri Cahyadi untuk meminta maaf kepada warga Madura. Kalau memang mau swab, silahkan swab saja di tempat hiburan dan tempat keramaian di kota Surabaya. Monggo berdialog bersama kami," kata orator aksi.

Kepala BPB Linmas, Irvan Widyanto mencoba untuk menenangkan massa dengan meminta perwakilan sebanyak 10 orang massa. Ia menjelaskan kepada massa bahwa setelah ada perwakilan masuk, maka Eri akan menemui mereka. 

"Tolong perwakilan dari massa 10 orang biar semua transparan. Bapak Wali Kota akan menemui kalian secara langsung. Mohon ketertibannya, kita berdialog secara baik-baik," seru Irvan.(ang)