Mat Mochtar: Saya Tidak Melawan Partai, Tapi Saya Melawan Arogansi Risma

Kader senior PDI Perjuangan (PDIP), Mat Mochtar. SP/ALQOMARUDDIN.

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kader senior PDI Perjuangan (PDIP), Mat Mochtar memberikan tanggapan terkait Pemecatan diri oleh DPP Perjuangan karena mendukung Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Surabaya nomor 2 Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU).  

Dirinya mengaku tidak keberatan atas pemecatan dirinya tersebut. Politisi Asal Madura ini menegaskan tindakan DPP PDIP merupakan bentuk ketakutan PDIP terhadap dukungan warga paslon MAJU.

" Menurut saya, itu hanya ketakutan mereka. Saya merapat sendiri ke Pak Machfud. Kami bangga mendukung pak Machfud. Saya adalah pejuang bukan pecundang. Yang saya sembah Allah SWT," ungkap Mat Mochtar, Jumat (20/11). 

IMG_7409

 Bahkan Mat Mochtar menegaskan, dirinya tidak takut dipecat dari partai, karena langkah untuk mendukung dan memenangkan MAJU itu suatu tindakan yang benar. 

"Jangankan dipecat ,dibunuh pun saya juga tetap tidak takut. Ini kebenaran. Saya menerima pemecatan. Saya tetap tegak lurus PDI perjuangannya. Tapi wali kotanya tetap Machfud. Pak Machfud menyatukan semua orang di Surabaya," katanya.  

Mat Mochtar menerangkan, dukungan kepada MAJU ini, bukan lah bentuk dari perlawanan dirinya kepada Partai PDIP, namun ini bentuk perlawanan dari kesombongan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. 

" Saya tidak melawan PDIP, saya melawan arogansi dan kesombongan Risma. Bayangkan seorang Risma tidak menghargai Pak Tjipto. Risma tidak menghargai Bu Mega. Contohnya saat ada caleg dari PDIP harus ada foto Bu Mega dan Pak Karno, karena itu banggaan PDIP, sekarang mana dari Eri sendiri, Fotonya cuma Bu Risma," terangnya. 

IMG_7413

 Bahkan Mat Mochtar membantah tuduhan DPP yang mengatakan bahwa Machfud Arifin memecah belah PDIP, " Yang memecah belah PDI siapa? Yang belah itu Bu Risma. Semenjak Bu Risma di PDIP pada 2010 lalu membuat PDIP itu terpecah belah," terangnya. Alq