Matangkan Pembangunan PLUT, Sesmenkop Tinjau Rumah Besar Kemasan LPK-UKMI

SURABAYANPAGI.COM, Mojokerto - Rumah Besar Kemasan Lembaga Pengembangan Kemasan UKM Indonesia (LPK - UKMI) Mojokerto mendapat kunjungan Sekretaris Menteri Koperasi (Sesmenkop) Arif Rahman Hakim, Kamis (4/8/2022) pagi.

Rencananya rumah kemasan yang terletak di Perumahan Amandipa Garden, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto ini akan menjadi pilot project percontohan rumah kemasan bentukan Kemenkop RI tahun 2023 mendatang.

Dari pantauan Surabaya Pagi, Sesmenkop beserta tim tampak antusias menyaksikan alur pelayanan di rumah kemasan milik Masrulloh tersebut. 

Pria berkaca mata ini, meninjau secara langsung  ruang konsultasi, ruang desain cetak, ruang laminasi, ruang potong, kamar finishing produksi hingga menjadi kemasan produk.

Puas menyaksikan proses produksi packaging produk, Sesmenkop kemudian mengajak diskusi tanya jawab dengan owner LPK - UKMI Mojokerto Masrulloh didampingi Kepala Dinas Koperasi (Diskop) Kabupaten Mojokerto Abdulloh Mochtar dan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya.

"Ini menarik, karena ternyata rumah kemasan Mojokerto ini melayani secara gratis pembuatan desain packaging produk UMKM Mojokerto. Mereka baru menarik biaya jika desain tersebut akan dipatenkan itupun dengan harga yang murah," ujar Sesmenkop.

Selain itu, rumah kemasan Mojokerto ini juga tak memaksa UMKM yang sudah dibuatkan desain secara gratis untuk mencetak di LPK-UKMI. Mereka membebaskan untuk memilih cetak packagingnya dimanapun mereka mau.

"Disini memang melayani cetaknya juga, tapi jika UMKM tersebut mau cetak ditempat lain itu juga diperbolehkan," tukasnya.

 

Kepala Diskop Kabupaten Mojokerto, Abdulloh Mochtar kepada Surabaya Pagi mengatakan selain melayani konsultasi desain dan percetakan packaging produk UMKM, LPK-UKMI ini juga memberikan edukasi dan pelatihan terkait packaging dan branding produk UMKM.

"Kita sering menggandeng mereka menjadi narasumber. Karena di Mojokerto, LPK-UKMI yang memiliki sertifikasi kompetensi," terangnya.

Terpisah Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya juga mengatakan keikutsertaan dinasnya dalam kunjungan kerja Sesmenkop ke rumah kemasan LPK-UKMI ini juga untuk mematangkan konsep pembangunan Data Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto tahun 2023 nanti.

"Seluruh anggarannya dari Kemenkop dan kebetulan hari ini juga dilakukan verifikasi lapangan oleh tim Kemenkop," ujarnya.

Ani menjelaskan, PLUT Kota Mojokerto ini nantinya akan memiliki fungsi yang sama seperti rumah besar kemasan LPK-UKMI. Tak hanya itu, PLUT yang menelan anggaran milyaran rupiah ini juga akan memberikan pendampingan wirausaha, managerial vokasi, pendampingan pemasaran termasuk standarisasi produk berupa NIB, NIK, uji nutrisi dan sertifikat halal.

"PLUT ini diperuntukan untuk kemajuan UMKM Kota Mojokerto dan sekitarnya. Karena disana nanti berbagai layanan terkait kebutuhan UMKM akan terlayani dalam satu atap," pungkasnya. Dwi