Melinda Tedja, Masuk Wanita Terkaya Indonesia Versi Forbes

Melinda Tedja bersama suaminya Alexander Tedja. SP/Istimewa

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Melinda Tedja, bos Pakuwon Grup Surabaya, tercatat wanita terkaya di Indonesia saat hari Kartini 2021. Istri Alexander Tedja, dikenal pebisnis di sektor properti, demikian keterangan yang diporoleh dari majalah Forbes, Rabu kemarin (21/4/2021).

Bersama sang suami, Melinda Tedja berhasil membangun beberapa pusat perbelanjaan ternama seperti Blok M Plaza, Tunjungan Plaza, Permata Berlian Apartment, hingga Gandaria Main Street.

Proyek-proyek besar yang dimilikinya membuat ia dan suami t meraup untung besar, bahkan hingga mencapai triliunan. Selain Melinda ada Dian Siswarini. Wanita ini dikenal sebagai wanita terkaya lainnya ini sekarang menjabat Presiden Direktur PT XL Axiata.

Dian, sukses memborong banyak penghargaan bergengsi. Mulai dari Golden Globe Tigers Award hingga masuk ke dalam daftar Forbes Asia’s Power Businesswomen.

Kecintaannya akan dunia telekomunikasi, bermula saat ia mengenyam pendidikan di Teknik Elektro ITB pada tahun 1991.

Setelah lulus, ia mengawali karirnya dengan menjadi supervisor engineering di PT Citra San Makmur. Kemudian ia berhenti pada 1993 dan mencoba bidang radio network design engineer di Satelindo.

Tak berhenti di satu perusahaan, Dian akhirnya pindah kantor ke XL namun dengan posisi yang sama pada pekerjaannya di Satelindo.

Selama bekerja di XL ini lah, Dian banyak belajar hal baru, dan ia juga kerap berganti jabatan, mulai dari menjadi manajer engineering, direktur layanan jaringan, hingga memegang posisi penting seperti sekarang.

 

Kartini Mulyadi

Selain dua wanita ini, ada wanita terkaya di Indonesia pertama yaitu Kartini Muljadi. Perempuan kelahiran 17 Mei 1930 ini merupakan pemilik grup Tempo, termasuk pula Tempo Scan Pacific.

Bersama anak-anaknya, Kartini Muljadi sukses membuat perusahaannya itu menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.

Bahkan, lini bisnisnya tak hanya bergerak di bidang farmasi, namun juga di lini consumer goods dan kosmetik.

Untuk lini consumer goods, perusahaan tersebut menawarkan beberapa produk dari merk Marina, My Baby, serta Pure Baby.

Sementara di lini kosmetik, Tempo Group menyediakan produk Ultima II dan beberapa merk kosmetik internasional seperti Revlon, Estee Lauder, MAC, sampai Jo Malone London.

Nah, sebelum terjun ke bidang bisnis, Kartini Muljadi dahulu adalah seorang pengacara dan mantan hakim.

Dia pernah diangkat menjadi Hakim Pengadilan Negeri Istimewa Jakarta, sebelum akhirnya mundur di tahun 1973 silam.

Dia pun sempat menjadi seorang notaris dan kembali memutuskan berhenti, lalu mendirikan firma hukum sendiri dengan nama ‘Kartini Muljadi & Rekan’ pada 1990.

Dari menjadi seorang pengacara, hakim, hingga pebisnis, Kartini Muljadi pun dikenal sebagai salah satu wanita terkaya di Indonesia. Total kekayaannya mencapai Rp874 triliun pada tahun 2020 lalu.

Keberhasilannya itu pula, membuat Kartini masuk dalam daftar “50 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2018” versi Forbes.

 

Pengelola Kelapa Sawit

Arini Subianto, Presiden Direktur pada perusahaan Persada Capital Investama, juga dikenal wanita Indonesia kaya. Perusahaan holding keluarganya ini, bergerak di sektor pengolahan minyak kelapa sawit, kayu, serta pengolahan batu bara dan karet.

Tidak hanya itu saja, lulusan MBA dari Graduate School of Business Fordham University, New York ini pun, juga merambah bisnis toko buku yang diberi nama Aksara serta bisnis di bidang investasi dan pinjaman.

Anak dari seorang taipan Tanah Air, Benny Subianto, ini juga terkenal sebagai salah satu wanita terkaya di Indonesia.

Menurut data Forbes pada 2019 lalu, total kekayaan yang dimiliki Arini Subianto mencapai USD600 juta atau sekitar Rp8,4 triliun.

Pundi-pundi kekayaan yang dimilikinya itu merupakan hasil dari kerja kerasnya sebagai pebisnis. Sejak ayahnya meninggal pada Januari 2017 silam, Arini lah yang mengambil kekuasaan untuk perusahaan sang ayah.

 

Kelola Perusahaan Asuransi

Menyusul Anna Leonita. Ia juga sempat masuk dalam daftar Forbes Asia’s Power Businesswomen sebagai salah satu dari tiga perempuan Indonesia yang berpengaruh, khususnya dalam bidang bisnis.

Karirnya kian melambung sejak menjabat sebagai Presiden Avrist Assurance. Sebagai informasi, Avrist Assurance adalah perusahaan asuransi jiwa patungan yang telah berdiri sejak 1975 silam.

Saat berkecimpung di bidang asuransi, Anna ditugaskan untuk mengurus portfolio investasi di perusahaan Avrist tersebut.

Kegigihannya dalam bekerja, membuat Anna berhasil meraih jabatan sebagai direktur unit manajemen aset.

Di bawah kepemimpinannya, Avrist Assurance berhasil membukukan aset sebesar Rp2,2 triliun.

Bahkan, total laba bersih yang diterima perusahaan hingga capaian konsumen juga mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat.

Kini, setelah sukses meniti karir di bidang asuransi selama kurang lebih 20 tahun, salah satu wanita terkaya di Indonesia ini menjadi satu-satunya perempuan yang memegang jabatan sebagai Presiden Direktur.

Ada lagi Teresa Wibowo. Ia termasuk pula dalam daftar Forbes Asia’s Power Businesswomen, nama Teresa Wibowo kini semakin dikenal, karena ia merupakan salah satu penerus bisnis generasi ketiga dari Kawan Lama Group.

Kawan Lama Group sendiri adalah bisnis keluarga yang mulanya dimiliki oleh sang ayah, Kuncoro Wibowo.

Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan produk peralatan rumah tangga lewat gerai ternamanya yakni Ace Hardware.

Sebelum bergabung dalam perusahaan sang ayah, Teresa sempat bekerja di advertising agency di Jakarta, yaitu Leo Burnett.

Setelahnya, ia memutuskan untuk berkarir di Kawan Lama Group, dan selama 10 tahun bekerja, Teresa diberikan kepercayaan untuk memulai bisnis e-commerce nya lewat brand Ruparupa.

E-commerce tersebut merupakan portal resmi untuk penjualan produk Ace Hardware, Toys Kingdom, Informa, Krisbow, serta Kawan Lama Sejahtera.

Berkat Ruparupa.com, salah satu wanita terkaya di Indonesia ini mampu menghadirkan fasilitas store pick up service, yang dianggap menarik dan berperan penting dalam kesuksesan Kawan Lama Group.

Nama wanita terkaya di Indonesia lainnya adalah Desi Sulistio Hidayat.

Wanita kelahiran Yogyakarta yang wafat di usia 89 tahun pada 2017 ini, bisa dibilang adalah sesepuh Sido Muncul, perusahaan jamu dan farmasi terkemuka di Indonesia.

Bagi anak-anaknya, terutama Irwan Hidayat, sosok Desi Sulistio atau yang biasa disapa Oma Yahya, merupakan The Inspiring Woman Sido Muncul. Dia berhasil membesarkan nama perusahaan setelah melalui berbagai kondisi.

Bahkan, kegigihannya selama bekerja, mengantarkan nama Desi Sulistio Hidayat sebagai salah satu orang terkaya dalam majalah Globe Asia 2018. Total kekayaannya konon mencapai Rp12,8 triliun. n erc/rmc