Menabung Tulang, Langkah Cegah Osteoporosis di Usia Muda

Rutin berolahraga setiap pagi mampu mencegah gejala osteoporosis di usia muda. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Osteoporosis terjadi ketika kepadatan tulang mulai berkurang dan mengakibatkan tulang lemah, rapuh, juga rentan patah. Osteoporosis kerap dikenal sebagai tulang keropos.

Hal ini umum terjadi seiring dengan pertambahan usia, baik pada pria maupun wanita, serta diikuti beberapa faktor risiko menetap atau tidak dapat diubah. Di samping itu, ada beberapa hal, seperti aktivitas maupun kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko tulang keropos.

Namun, gejala osteoporosis tidak hanya dirasakan oleh usia tua, namun penyakit tersebut juga dapat menyerang sejak usia muda. Tapi ternyata ada cara efektif mencegahnya sejak usia muda, yakni menerapkan pola hidup sehat hingga usia 30 tahunan. Ini sama halnya dengan menabung tulang.

Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi dari Universitas Indonesia Omar Lutfi SpOT mengatakan langkah pencegahan yang disebut juga "menabung tulang" itu antara lain melalui rutin berolahraga serta mengonsumsi makanan bernutrisi yang cukup untuk tubuh.

"Dari muda sampai usia 30 tahunan itu kita menabung tulang dengan beraktivitas yang bagus, makan yang bagus, kepadatan tulang akan tinggi," kata dr Omar, Senin (30/8/2021).

Olahraga merupakan cara terampuh untuk mencegah osteoporosis. Dari banyaknya olahraga, olahraga yang paling sering berbenturan langsung dengan tanah atau lantai amat baik buat tulang. Contohnya, lari, trampolin, ataupun lompat tali. Ketiganya dianggap paling bagus untuk mencegah keropos tulang.

Selain itu, olahraga bola voli, bola basket, aerobik high impact, dan olahraga lain sejenis juga baik bagi tulang. Meski begitu khasiatnya enggak sehebat ketiga olahraga di atas. Mencegah tulang keropos juga bisa kamu lakukan lewat olahraga berenang atau bersepeda. Namun, karena kurang berbenturan dengan tanah dan lantai, nilainya agak kurang untuk mencegah osteoporosis.

Selain rutin berolahraga dan asupan makanan bernutrisi dalam jumlah cukup termasuk kalsium dan vitamin D melalui berjemur di bawah sinar matahari, Anda juga disarankan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan ostroporosis seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Menurut dr Omar, dua kebiasaan buruk itu secara signifikan bisa menurunkan kepadatan tulang. Merokok khususnya juga dikaitkan dengan munculnya masalah kesehatan lain salah satunya risiko terkena kanker paru hingga 50 kali lipat.

Pada mereka khususnya lansia yang mengalami osteoporosis atau pengeroposan tulang, terjadi micro fracture atau tulang retak dalam kondisi sangat mikro. Kondisi ini bisa mempengaruhi postur tubuhnya seperti membuatnya membungkuk. Dsy9