Menteri KKP Kagumi PPSD Punya Unit Usaha Pabrik Garam

Menteri KKP saat melihat langsung produksi garam di pabrik garam PPSD. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono merasa kagum dengan unit usaha yang dipunyai Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) Banjaranyar, Paciran Lamongan, Jawa Timur yang terus berkembang seperti pabrik garam.

Hal itu ia sampaikan saat berkunjung dan bersilaturahim  serta diskusi, dengan pimpinan dan santri PPSD dalam sektor kelautan dan perikanan, di Gedung  pertemuan lantai dua.

Disebutkan olehnya, ia beberapa hari ini melakukan safari Ramadhan ke Pondok Pesantren di berbagai daerah khusus nya di Jawa Timur. Namun saat pertama kali menginjakkan kaki di Pondok Pesantren Sunan Drajat, merasa ada yang berdetak di hatinya.

Selain mempunyai belasan ribu santri, Pondok Pesantren satu-satunya  peninggalan wali songo yang masih ada ini, ia kagum dengan langkah ekonomi yang telah dilakukan PP Sunan Drajat dengan memiliki banyak unit usaha. Fakta  ia meyakini akan bisa menstimulasi masyarakat untuk tumbuh menuju kemandirian ekonomi.

Ia bermimpi, andai seluruh pesantren di Indonesia bisa mengikuti cara seperti di Sunan Drajat, ia yakin negara Indonesia akan maju."Andai semua pesantren di tanah air melakukan apa yang dilakukan pesantren ini, (PP Sunan Drajat), saya yakin negara kita maju," ujarnya, Minggu (2/5/2021).

Orang nomer satu di KKP tersebut juga memaparkan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat, KKP melakukan pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan, serta pembangunan kampung-kampung perikanan air tawar, payau, dan laut barbasis kearifan lokal.

"Kita optimitis sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sekaligus menjamin keberlanjutan ekosistem perikanan di Indonesia," paparnya.

Komoditas, lanjut Menteri KKP, yang akan ditingkatkan produktivitasnya dan ditargetkan mampu menguasai pasar dunia, di antaranya udang, lobster dan ikan unggulan sesuai kearifan lokal di masing-masing daerah. "Semoga produktivitas kita mampu menyaingi China, India, dan Thailand," harapnya.

Pengasuh PP. Sunan Drajat, KH. Abdul Ghofur, menyambut baik kedatangan rombongan dan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas penyerahan bantuan tersebut.

Dalam kegiatan diskusi, kiai Ghofur  menyampaikan, bahwa PP Sunan Drajat telah memiliki beberapa usaha yang bisa menjadi penopang dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan pesantren, salah satunya adalah usaha produksi garam SSD (Santri Sunan Drajat).

Usaha produksi garam di PP Sunan Drajat telah mampu menghasilkan produk garam berkualitas, dengan rancangan alat pembuat garam yang baik dan memiliki instalasi pemurnian garam, PP Sunan Drajat juga telah bekerjasama dengan banyak pesantren lainnya di Jawa Timur.

Oleh sebab itu, KH Abdul Ghofur berharap, nantinya melalui teknologi tepat guna yang terus dikaji oleh KKP, garam SSD bisa berproduksi lebih efisien dan efektif melalui beberapa riset terapan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Komisi IV DPR RI Ema Umiyyatul Chasanah, Nusron Wahid Politikus Partai Golkar, Dr. Rina. Dir BKIPM, Hartatik Dir PDS Penguatan Daya Saing, dan lain-lain. jir