Merasa Bugar dan Tolak Vaksin, Kini Meninggal Dunia

John Eyers saat dirawat dengan kondisi kritis dipasang ventilator. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Binaragawan asal London, Inggris, John Eyers yang sebelumnya menolak untuk divaksin Covid-19 kini dirinya terinfeksi virus tersebut harus dilarikan ke rumah sakit hingga kritis diberi ventilator dan bermacam-macam obat.

Menurut saudara kembarnya, Jenny McCann, ketika Eyers terinfeksi Covid-19, McCann menceritakan bahwa saudaranya tersebut masih merasa akan baik-baik saja.

“Dia pikir dia hanya akan mengalami gejala ringan. Dia tidak ingin memasukkan vaksin ke dalam tubuhnya,” ujar McCann, Selasa (24/8/2021).

Namun, kondisi Eyers justru semakin memburuk hingga akhirnya dia dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di ICU.

Sebelum dipasangi ventilatior, McCann menuturkan bahwa Eyers akhirnya mengakui kesalahannya karena telah menolak vaksin. Setelah dirawat selama beberapa hari, Eyers mengembuskan napas terakhirnya.

“Seharusnya itu tidak terjadi. Dia meninggalkan seorang ibu dan ayah, seorang saudara perempuan (saya), dan seorang anak perempuan berusia 19 tahun,” tutur McCann.

Keluarga tak menyangka sama sekali. Sebab, John dikenal sebagai sosok paling bugar dan sehat. Selain gemar beraktivitas kebugaran, John juga hobi mendaki pegunungan Weish.

“Dia sangat menyukai olahraga dan kebugaran, berkompetisi dalam binaraga, triatlon, panjat tebing, dan banyak lagi,” kata salah satu kawan Eyers.

Bahkan, empat minggu sebelum kematiannya yang disebabkan Covid-19, John masih berkemah di alam liar.

Setelah terinfeksi dan sebelum memakai ventilator, “dia mengatakan kepada konsultannya bahwa dia berharap dia telah divaksinasi. Bahwa dia berharap dia mendengarkan.”

Utas Twitter McCann tentang masalah ini telah mengumpulkan lebih dari 22.000 retweet dan posting Facebook-nya telah dibagikan hampir 9.500 kali.

Berita kematian pria itu karena Covid-19 datang ketika Inggris bergulat dengan varian Delta yang sangat menular dengan 11 persen orang dewasa di seluruh negeri masih belum divaksinasi. Padahal, vaksin masih tersedia untuk semua orang yang berusia di atas 18 tahun. Dsy10