Misteri Kematian Wanita Jabar di Apartemen Surabaya, Pelaku Diduga Anak Pejabat DPR-RI

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 05 Okt 2023 11:14 WIB

Misteri Kematian Wanita Jabar di Apartemen Surabaya, Pelaku Diduga Anak Pejabat DPR-RI

i

Dimas Yemahura, pengacara keluarga korban Andini, saat di kamar Jenazah RSUD dr Soetomo, Kamis dini hari, 5 Oktober 2023. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang wanita inisial bernama Dini Sera Afriyanti (29)  asal Jawa Barat (Jabar) masih menjadi misteri di apartemen kawasan Surabaya Barat hingga melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi.

“Kami periksa beberapa saksi, baik rekan korban, security di lokasi dan saksi-saksi yang (melihat) korban meninggal dunia,” ujar AKBP Hendro Sukmono Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis (05/10/2023).

Baca Juga: 220 Balai RW Surabaya Dipakai Sinau dan Ngaji Bareng

Selain memeriksa 15 saksi, pihak Satreskrim telah mengantongi rekaman CCTV yang di sekitar TKP. Hendro bilang, ada lima titik yang diperiksa oleh polisi. Diantaranya lokasi hiburan malam, lobby hiburan malam, parkiran mal, apartemen korban dan rumah sakit. 

Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun, korban diketahui berada di salah satu tempat hiburan malam sebelum meninggal di apartemen. Dan sebelum tewas dianiaya, Tamu Blackhole bernama Dini Sera Afriyanti (29) sempat mengunggah sebuah video di akun tiktok pribadinya @bebyandine. 

“Ceweknya mati-matian jaga hati buat cowoknya, eh cowoknya mati-matian buat matiin ceweknya,” tulis Dini dalam video storynya di akun @bebyandine beberapa jam setelah Dini dinyatakan tewas.

Kronologi Pembunuhan Diungkap Pengacara Korban

Dari keterangan Dimas Yemahura, kuasa hukum keluarga korban yang sempat mengikuti olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kamis (05/10/2023) mengatakan bahwa penganiayaan itu dilakukan di salah satu room Black Hole KTV tempat terduga pelaku berinisial RT dan Dini. Dini ditendang dan dipukul saat berada di dalam room.

RT yang diduga anak pejabat Anggota DPR-RI itu lantas kembali terlibat cekcok dengan Dini di lobby Black Hole KTV. Mereka kemudian menuju parkiran. Di lokasi itulah kemudian diduga kembali terjadi penganiayaan yang membuat Dini menghembuskan nafas terakhirnya.

“Diduga anak anggota DPR. Saat ini sudah kami laporkan ke Polrestabes Surabaya,” ujar Dimas Yemahura 

Baca Juga: OIKN: Pejabat di IKN Tak Dapat Mobil Dinas, Wajib Pakai Angkutan Umum

Saat itu korban diajak terduga pelaku berinisial R untuk karaoke di Blackhole KTV. Pada pukul 12 malam, pria berinisial R yang diduga anak pejabat publik itu melakukan penganiayaan kepada Andini dengan cara ditendang dan dipukuli.

“Saksinya ada. Ada teman-teman yang di room kan. Penganiayaannya dari mulai di room itu mas sudah ditendang dipukul,” ujar Dimas di kamar jenazah RSUD dr. Soetomo.

Setelah dipukuli, menurut Dimas saat itu terduga pelaku R membawa Ardini keluar room. Mereka berdua lantas bersitegang di sepanjang lobby Blackhole KTV dan menuju parkiran. Diparkiran ini lah diduga penganiayaan kepada Andini semakin menjadi.

“Jadi sempat terseret. Dan di tangan kanannya ada bekas ban mobil. Diduga dilindas tangan kanannya itu,” imbuh Dimas.

Setelah melakukan penganiayaan, Andini terkapar. Entah sudah meninggal atau belum, tubuh Andini lantas digendong oleh R dan dimasukan ke bagasi mobil. Mobil pun menuju apartemen. Saat itu sejumlah security apartemen melihat bahwa Andini dikeluarkan dari bagasi mobil dan dibopong oleh R.

Baca Juga: Kartika Putri Unggah Wajah Penuh Lebam Melepuh, Warganet: Semoga Bisa Buat Introspeksi Diri

“Jadi kemungkinan meninggal itu saat di mobil menuju ke apartemen,” tegas Dimas. 

Kemudian waktu ditanya terkait dugaan penganiayaan kepada korban sebelum ia meninggal, polisi belum bisa memastikannya. Sebab masih dalam tahap penyelidikan.

“Ini masih kami dalami,” imbuh Hendro.

Kini, sejak kemarin malam korban sudah dibawa ke kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo untuk menjalani autopsi. Hasil autopsi tersebut bakal menjadi bukti polisi dalam menentukan langkah penyelidikan selanjutnya.

“Saat ini masih dilakukan autopsi. Kita tunggu hasilnya nanti,” tutur Hendro. sb-01/dsy

Editor : Desy P.

BERITA TERBARU