Mobil Polisi Dilempari Batu, 10 Bocah Diamankan Polisi

Polisi saat melakukan patroli di lokasi.

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Polretabes Surabaya mengamankan 10  bocah yang tengah bermain sepakbola. Kesepuluh bocah itu diamankan lantaran mengolok petugas dan melempari batu ke mobil petugas.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (18/4) malam di sekitar pasar loak Kemayoran Jalan Pasar Turi belakang Kantor Dinas Pemadam Kebakaran, Bubutan.

Menurut warga sekitar, awalnya para bocah tersebut cuman bermain bola. Namun, mereka bermain bola hingga larut malam. Petugas yang datang ke lokasi meminta para bocah untuk pulang agar tidak mengganggu warga yang tengah beristirahat.

Namun, belasan anak yang bermain bola ini ternyata enggan dibubarkan petugas dan mengejek, mengolok-olok bahkan memaki petugas kepolisian.

“Awalnya main bola biasa. Anak-anak itu juga warga Kemayoran kok bukan anak luar. Tapi karena main bola hingga dinihari, mereka pun dibubarkan lantaran ditakuti ikut bentrok anak-anak mungkin,” jelas Faidah (26), warga Kemayoran, Bubutan, Surabaya.

Usai dibubarkan, tak hanya mengolok, meledek dan memaki petugas, belasan anak ini justru melempar batu ke mobil patroli kepolisian. Walhasil, aksi anak ini pun membuat geram petugas yang hendak putar balik untuk berpatroli ke wilayah lain.

Para petugas pun kembali dan mengejar anak-anak ini hingga tertangkap. Menurut warga sekitar anak yang tertangkap ada 10 orang. Mereka dinaikkan mobil patroli karena nakal dan melempar batu tersebut. “Iya mobil patroli dilempar batu dan petugas langsung menangkap mereka. Tapi yang kena hanya 10 anak saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Sabhara, Polrestabes Surabaya, AKBP Herman Priyanto membenarkan adanya penangkapan 10 anak ini. Menurutnya, mereka diamankan lantaran menolak dibubarkan dan bahkan melempar batu ke mobil petugas. “Iya benar ada 10 anak yang kita amankan,” jelasnya, Senin (19/4).

Sementara itu, 10 anak ini sudah dilakukan pembinaan. Mereka sudah diperbolehkan pulang dengan membuat surat pernyataan dan dijemput orangtuanya. “Semua anak sudah kita pulangkan usai dijembut orangtuanya dan kita lakukan pembinaan,” pungkas Herman.