Moderasi Beragama Bentuk Keberagaman Beragama di Indonesia

SurabayaPagi, Surabaya - Moderasi beragama bisa menjadi jalan tengah di tengah keberagaman agama di Indonesia. Moderasi juga merupakan budaya Nusantara yang berjalan seiring dan tidak saling menegasikan antara agama dan kearifan lokal (local wisdom). 
 
Menurut KH Amiruddin Nahwari Wakil Ketua LPB MUI Pusat dengan adanya beraneka ragam etnis, bahasa, agama, budaya dan status sosial. Keragaman dapat menjadi ”integrating force ” yang mengikat kemasyarakatan namun dapat menjadi penyebab terjadinya benturan antar budaya, antar ras, etnik, agama dan antar nilai-nilai hidup. 
 
"Keragaman budaya (multikultural) merupakan peristiwa alami karena bertemu- nya berbagai budaya, berinteraksinya beragam individu dan kelompok dengan membawa perilaku budaya, memiliki cara hidup berlainan dan spesifik," ungkap KH Amiruddin Nahwari, Rabu (3/3/2021).
 
Ia melanjutkan, dalam masyarakat multikultural, interaksi sesama manusia cukup tinggi intensitasnya, sehingga kemampuan sosial warga masyarakat dalam berinteraksi antar manusia perlu dimiliki setiap anggota masyarakat. 
 
Menenurutnya, kemampuan tersebut mencakup tiga wilayah, yaitu : affiliation (kerja sama), cooperation and resolution conflict (kerjasama dan penyelesaian konflik), kindness, care and affection/ emphatic skill (keramahan, perhatian, dan kasih sayang). 
 
"Jadi dalam masyarakat Indonesia yang multibudaya, sikap keberagamaan yang ekslusif yang hanya mengakui kebenaran dan keselamatan secara sepihak, tentu dapat menimbulkan gesekan antar kelompok agama. Konflik keagamaan yang banyak terjadi di Indonesia, umumnya dipicu adanya sikap keberagamaan yang ekslusif," paparnya.
 
Dalam kontek fundamentalisme agama, kata pria yang juga menjadi Bendahara Lembaga Dakwah PBNU Pusat ini, untuk menghindari disharmoni perlu ditumbuhkan cara beragama yang moderat, atau sikap beragama yang terbuka, yang disebut sikap moderasi beragama. 
 
"Moderasi itu artinya moderat, lawan dari ekstrem, atau berlebihan dalam menyikapi perbedaan dan keragaman," urainya.