Motif Pembunuhan Wanita di Lidah Kulon, Diduga Tak Mau Layani Bertiga

Korban pembunuhan. SP/jem

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wanita tewas korban pembunuhan yang bernama Monic (26) mulai terkuak. Warga sekitar menduga, motif pembunuhan tersebut disebabkan lantaran urusan pelayanan yang di berikan korban.

Menurut warga sekitar, Reni Agusetiawan mengatakan, rumah tersebut ditinggali oleh Angga Ayu Widianingsih (40) bersama putranya Yusron (19) dan bayi yang berumur 1 tahun. Sehari-hari, Widia sering tidak dirumah. "Bu Widi itu baik mas, tapi memang jarang pulang karena bekerja, dia tinggal sama putranya yang sudah besar 1 dan bayi 1 mas," Kata Reni, dilokasi kejadian.

Reni menduga, pembunuhan tersebut dilakukan semalam, sebab, sekitar pukul 05.00 WIB pagi, putra pertama Widia bernama Yusron keluar bersama dua temannya naik mobil avanza. Namun, ia tidak mengetahui kapan korban masuk kedalam rumah Yusron. "Jadi tadi pagi jam 5 pagi, anaknya bu Widi keluar bersama dua temannya keluar rumah naik mobil, entah grap atau mobilnya siapa ndak tau mas. Lah saya menduga itu habis membunuh semalam terus kabur mas, " Kata Reni.

 Dari informasi yang diterima Reni, korban merupakan tukang pijat panggilan yang dipesan oleh Yusron semalam. Mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh ibunya (Widia) ketika pulang dari bekerja. "Karena mengetahui ada mayat perempuan, ibunya laporan ke Polsek mas. Katanya itu wanita panggilan mi chat mas, mungkin karena tidak mau melayani bertiga jadi di siksa mas," tambah Reni.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan korban tewas akibat pembunuhan. Sebab, saat ditemukan korban berada didalam kardus bekas kulkas yang berada di dalam kamar pelaku (Yusron). "Benar kami temukan korban berada didalam kamar tersangka dalam kondisi penuh luka akibat benda tajam dan luka bakar di bagian kaki," Jelas Sudamiran.

Mengenai pelaku, lanjut Sudamiran jika saat ini polisi sudah mengantongi identitas pelaku dan sedang melakukan pengejaran. "Sudah kami kantongi identitas pelaku dan sedang melakukan pengejaran," Tutup Sudamiran. (Jim)