Muncul Klaster Yasinan, Jalan di Blitar Ditutup Selama Sepekan

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela memantau langsung pelaksanaan tracing dan testing di Tawangsari.

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Jalan Tumapel di Kelurahan Tawangsari, yang berbatasan dengan Kelurahan Garum ditutup warga selama sepekan. Penutupan dilakukan guna mencegah covid-19 dari klaster yasinan di kecamatan Garum tidak menyebar luas.

 Lurah Tawangsari, Mudjito mengatakan, awalnya dia mendapat laporan ada warga yang mengeluh gejala mengarah ke kasus COVID-19. Bersama tiga pilar dan bidan desa, mereka mendatangi rumah warga tersebut.

"Diambil rapid antigennya ternyata hasilnya positif. Keterangannya baru menggelar yasinan. Lalu kami rapid antigen 28 yang kontak erat, ternyata 19 di antaranya juga positif," papar Mudjito saat dikonfirmasi, Selasa (29/6/2021).

Karena mereka yang positif swab antigen tidak bergejala, maka Satgas PPKM Mikro merekomendasikan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Mereka yang terpapar tinggal di delapan KK. 

"Warga bersama tiga pilar sepakat menutup Jalan Tumapel, karena ini satu jalur. Kami batasi warga jika keluar masuk agar virus tidak makin menyebar. Kami bukan mau membatasi aktivitas, tapi demi kesehatan bersama," imbuhnya.

Selasa (29/6) pagi, proses tracing diperluas. Sebanyak 48 warga lain yang kemarin masih ragu dites, hari ini swab antigen. Hasilnya, ada enam warga yang positif. Mereka tidak hanya yang hadir di acara yasinan, namun juga beberapa kerabat yang kontak erat dengan warga yang positif sebelumnya.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela memantau langsung pelaksanaan tracing dan testing di Tawangsari. Dia memastikan, skenario PPKM Mikro benar-benar berjalan cepat saat ada warga yang dilaporkan terpapar COVID-19.

"Saya hadir di sini untuk memastikan skenario pengendalian COVID-19 dijalankan dengan benar. Sesuai strategi pemerintah terkait PPKM Mikro. Bagaimana kecepatan penanganan di level mikro, ini menjadi kunci," kata Leo.