Musim Kemarau, 2 Desa di Trenggalek Alami Kekeringan

Warga di Kabupaten Trenggalek mengambil air di salah satu mata air yang tersisa ketika musim kemarau tiba. SP/ TRENGGALEK

SURABAYAPAGI,Trenggalek -  Memasuki musim kemarau 2021 ini, dua desa di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek tahun ini mulai mengalami kekeringan. Dua desa itu, yakni Desa Banjar dan Besuki. Sumur-sumur di perkampungan dan sejumlah mata air mengering sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan warga.

Pemerintah kedua desa sudah mengajukan permintaan distribusi air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek Joko Rusianto mengatakan, tim BPBD telah memantau kondisi sumber air di dua desa itu. “Sudah kami cek, dan hasilnya memang tak ada air di sana,” kata Joko, Minggu (30/5/2021).

Setelah mengecek sumber air, BPBD Trenggalek mulai mendata jumlah warga yang terdampak kekeringan.Pendataan ini untuk memprakirakan distribusi air yang harus dikirim ke desa-desa tersebut. “Rencananya kami mulai mendistribusikan air besok (Senin, 31/5/2021),” ungkapnya.

Rencananya, distribusi akan dilakukan hingga tiga tangki dalam sehari. Teknisnya, mobil tangki yang dikirim ke Panggul akan mendistribusikan air ke titik penampungan.Tiap desa, ujar Joko, telah menyediakan beberapa titik penampungan yang dimaksud. Warga tinggal mengambil air dari lokasi titik penampungan itu.“Kami juga sudah mengecek tempat penampungan yang disiapkan warga. Ini agar proses distribusi air bisa efektif dan cepat,” ucapnya.

BPBD telah menyiagakan empat armada mobil tangki pengangkut air untuk distribusi musim kemarau tahun ini. Selain empat mobil tersebut, kata Joko, terdapat juga beberapa mobil milik instansi lain yang juga bisa dipakai untuk mendistribusikan air.

Pada penanganan kekeringan tahun lalu, jumlah mobil lintas instansi yang dipakai untuk mengirim air berjumlah belasan unit. “Pada prinsipnya, semakin banyak kendaraan yang dipakai, semakin cepat distribusi, maka semakin baik,” sambungnya.

Sebelum ini, pemkab telah menanggarkan dana untuk distribusi air dari anggaran belanja tidak terduga. BPBD mengklaim, anggaran yang tersedia cukup untuk menangani kekeringan di puluhan desa apabila kekeringan tahun ini terjadi cukup parah. “Kalau anggaran, kami tidak khawatir. Kalaupun nanti kurang, kami bisa mengajukan ke provinsi,” pungkasnya.tn/na