Musrenbang RKPD 2022, Wali Kota Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Wali Kota Mojokerto, Ning Ita saat menyampaikan evaluasi capaian pembangunan dalam Musrenbang RKPD tahun 2022. SP/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Mojokerto, menggelar Musrenbang RKPD Kota Mojokerto tahun 2022 dengan tema "Penguatan SDM dan Penyediaan Infrastruktur Investasi dan Pemerataan Pembangunan yang Berorientasi pada Pendapatan Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat", di Ruang Nusantara, Pemkot Mojokerto, Rabu (31/3/2021).

Musrenbang dihadiri Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Wakil Wali Kota A. Rizal Zakaria, Ketua DPRD Sunarto, Sekdakot Harlistyati,  Forkopimda serta OPD.

Pada arahannya, Wali Kota Ning Ita menyampaikan evaluasi capaian pembangunan yang direpresentasikan melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD Kota Mojokerto Tahun 2018-2023 dan beberapa indikator makro sosial lainnya.

"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020 meningkat menjadi 78.04 dari tahun sebelumnya sebesar 77,96. Pun demikian dengan Indeks Reformasi Birokrasi yang juga meningkat menjadi 63,31 atau masuk kategori B dari sebelumnya kategori CC," sebutnya.

Ning Ita mengatakan, peningkatan capaian pembangunan juga terjadi pada indeks infrastruktur, indeks kesalehan sosial dan indeks pembangunan gender.

"Capaian indeks infrastruktur pada tahun 2019 sebesar 79,63 dan pada tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi 84.52. Kenaikan angka ini memunjukkan meningkatnya jumlah rumah tangga yang memiliki akses pada fasilitas-fasilitas dasar," tegasnya.

Dilain sisi, Wali Kota juga menyebut, jika terdapat capaian pembangunan yang mengalami penurunan di tahun 2020 kemarin. Ini karena adanya pandemi Covid-19.

"Pertumbuhan ekonomi kita mengalami kontraksi sebesar minus 3.69 persen, dari tahun sebelumnya sebesar 5,75. Pandemi berkepanjangan ini juga berdampak pada naiknya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) serta prosentase penduduk miskin," keluhnya.

Ning Ita merinci, capaian TPT Kota Mojokerto tahun 2019 sebesar 2,65. Namun pada tahun 2020 terjadi kenaikan yang cukup signifikan sebesar 6,74 yang disebabkan pandemi. Demikian juga penduduk miskin, yang naik menjadi 6,24 dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 5,15.

"Kita akan berfokus pada pemulihan ekonomi pasca Covid-19, sehingga pada tahun 2021 ini saya optimis tingkat pengangguran terbuka dan presentase kemiskinan nilainya dapat kita turunkan," tegasnya. Dwy