Negara Launching Vaksinasi Bumil, Busui, dan Anak Usia 12-18 Tahun

Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, saat memberikan arahan ke seluruh kepala daerah, dalam peringatan hari Keluarga Nasional. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pandemi covid-19 yang semakin mewabah ini membuat negara harus kalang kabut. Upaya meminimalisir penyebaran Corona terus dilakukan, salah satunya dengan memberikan vaksin masyarakatnya, tak terkecuali bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 12 sampai 18 tahun.

Pencanangan pemberian vaksin bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 12 sampai 18 tahun tersebut, dilaunching Oleh Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin bertepatan dengan puncak acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 Selasa (29/6/2021).

Dalam arahannya, Wapres Ma'ruf Amin menyebutkan, keluarga memiliki peran aktif dan signifikan dalam mencegah penanggulangan stunting. "Satu dari empat balita di Indonesia mengalami stunting, data dari Kementerian Kesehatan tahun 2019 prevalensi stunting di Indonesia mencapai 27,76 persen. Target penurunan stunting Indonesia adalah 14 persen pada tahun 2024, dan keluarga memiliki peran penting," ungkapnya.

Selain itu terkait pelayanan gizi dan kesehatan untuk anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, tambah Ma'ruf Amin, tetap terlaksana meski di masa pandemi. Pemerintah menyambut baik dimulainya program vaksinasi untuk bumil, busui, dan anak usia 12-18 tahun yang masuk dalam kategori rentan. Hal tersebut didukung dengan pemberian rekom IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) pada vaksin produksi PT Biofarma untuk diberikan pada anak usia 12-18 tahun, hal tersebut dikarenakan angka penderita covid anak di Indonesia dianggap cukup tinggi, yakni 30 persen.

Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) juga telah memberikan rekomendasi pelaksanaan vaksinasi pada ibu hamil dengan resiko tinggi usia diatas 35 tahun yang memiliki BMI (Body Mass Indeks/Indeks Masa Tubuh) diatas 40 dengan komorbid diabetes dan hipertensi serta tenaga kesehatan yang hamil, walau masih menunggu rekom dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Sedangkan bumil dengan resiko rendah dapat memilih sendiri melaksanakan vaksinasi dengan pengawasan dokter sebelum dan sesudah vaksinasi.

"Jangan putus asa, kita bisa melewati masa pandemi ini dengan menyatukan hati dan bekerjasama untuk menumbuhkan semangat baru yang dimulai dari keluarga, oleh keluarga, dan untuk keluarga," pungkas Ma'ruf Amin.

Dilaporkan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, pada peringatan hari puncak Harganas ke-28 ini dilaksanakan vaksinasi pada 4 titik, yakni Kota Bogor, Kabupaten Sumedang, Makassar, dan Pangkal Pinang. "Hari ini juga dilaunching vaksin anak usia 12-18 tahun. Untuk ibu hamil masih dalam kajian untuk secepatnya dilakukan, untuk ibu nifas sudah bisa dilakukan," kata Hasto Wardoyo.

Usai mengikuti acara tersebut, Bupati Yuhronur Efendi mengatakan dirinya menyambut baik arahan Wapres terkait stunting dan peluncuran vaksin untuk anak dan ibu hamil. 

Bupati yang biasa dipanggil pak  Yes mengungkapkan, Kabupaten Lamongan sudah melampaui penurunan angka stunting sebagaimana yang disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. 

Menurutnya stunting ini sebenarnya sudah menjadi program keseluruhan di rencana kerja pemerintah daerah, namun demikian sudah disampaikan Pak Wapres bahwa tahun 2024 sudah harus 14 persen, dan Lamongan sudah melampaui. 

"Untuk vaksinasi ini satu hal yang baru bahwa selama ini kita belum mengenal vaksin untuk anak, dan pada hari ini tadi sudah dilaunching vaksin untuk anak dan ibu hamil," katanya. jir