Nekad Masuk Tol Suramadu, Pesepeda Diangkut Polisi

Petugas mengangkut para pesepeda yang nekad masuk ke Tol Suramadu. SP/tyan

Tren Gowes di masa Transisi 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Akhir-akhir ini aksi gowes menjadi tren terbaru masyarakat di tengah pandemi covid-19. Tak hanya kalangan remaja, bahkan anak-anak pun mulai mengikuti tren gowes.

Kegiatan seperti itu sering dilakukan pada malam hari, saat aktivitas lalu lintas tak begitu padat.

Para pemuda yang melakukan aksi gowes biasanya tak sendiri. Mereka melakukannya secara berkelompok.

Hal ini patut disayangkan, meski pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah dihentikan dan diganti dengan masa transisi sebelum new normal, masyarakat justru mulai mengabaikan himbauan pemerintah untuk social distancing dan physical distancing dengan keluar rumah secara berkelompok.

Meskipun aksi gowes tidak dilarang, namun aksi tersebut dikhawatirkan menjadi klaster baru covid-19. Bukan tanpa alasan, para pemuda yang melakukan aksi gowes tak jarang yang mengabaikan protokol Kesehatan dengan tidak menggunakan masker.

 Selain itu, jalur yang dilalui para pesepeda mulai mengkhawatirkan.

Misalnya saja baru-baru ini, para pesepeda mulai terlihat melintas masuk ke tol Suramadu. Meski sosialisasi pelarangan sepeda angin masuk ke Tol Suramadu sudah dilakukan, namun pelanggaran yang dilakukan masyarakat masih terus terjadi.

Hal ini yang disikapi anggota Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan terus melakukan pemantauan dan patroli di sepanjang Tol Suramadu yang menjadi penghubung Kota Surabaya dengan Pulau Madura tersebut.

Seperti yang dilakukan Rabu pagi, 24 Juni 2020, diantaranya oleh Iptu Sunarto, Kanit Turjawali Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Tidak hanya sekedar melakukan pemantuan dan patroli. Bagi pesepeda yang sudah terlanjur masuk Tol Suramadu, baik lewat jalur motor atau mobil, langsung diberhentikan dan diminta naik ke mobil Patwal untuk dibawa keluar dari Tol Suramadu.

Orang dan sekaligus sepeda angin yang dibawa langsung diangkut tanpa kompromi dan diberikan arahan agar lain kali tidak lagi memasuki Tol Suramadu.

Menurut Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Sigit Indra, pelarangan ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut demi keselamatan pengguna sepeda angin sendiri.

“Karena ini merupakan jalur cepat, tentunya sangat membahayakan bagi penggeuna sepeda angin. Oleh sebab itulah kami larang masuk. Hanya khusus untuk motor, mobil, truk dan bus saja,” ujarnya. tyn