Nekat Beraksi di Surabaya, Tiga Bandit Ditembak Mati (Lagi)

Firman Rachmanudin,
Wartawan Surabaya Pagi

Tindakan tembak mati ditempat yang dilakukan oleh tim Satreskrim Polrestabes Surabaya terhadap para pelaku kejahatan jalanan dalam 2 minggu terakhir, perlu dipikirkan ulang pelaku kejahatan jalanan lainnya. Pasalnya, Kasat Reskrim AKBP Sudamiran, meneruskan perintah dari Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandhi Nugroho, pelaku kejahatan jalanan, akan ditembak mati bagi yang masih meresahkan warga kota Surabaya.

Peluru anggota unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali menyasar para pelaku kejahatan jalanan di Surabaya. Kali ini, tiga bandit jalanan langsung dikirim ke akhirat setelah sempat melawan petugas ketika ditangkap. Ketiga pelaku itu adalah, Susanto Efendi (37), Sofyan (27) dan Idris Efendi (24). Mereka adalah kawanan pelaku asal Jember yang senantiasa beraksi di Surabaya.

Otak komplotan itu adalah Sofyan. Sofyan bersama kawanannya itu menyewa sebuah mobil dari Lumajang menuju ke Surabaya. Mereka memang sengaja menggunakan mobil untuk tiap kali beraksi.

Sesampainya di Surabaya, para pelaku ini kemudian diturunkan oleh Sofyan untuk melakukan pencurian kendaraan bermotor. Berbekal senjata tajam dan kunci T yang sudah dimodifikasi, mereka menggasak motor milik korbannya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menyebutkan selain menjadi pelaku curanmor para pelaku ini juga beraksi sebagai begal yang juga dikenal sadis.

"Setiap beraksi menyertai dengan jimat dan senjata tajam. Selain menyasar motor yang terparkir,para pelaku ini juga kerap beraksi sebagai begal dan jambret di jalanan," kata Sudamiran, Minggu (14/7/2019).

Beraksi dengan Sajam
Terakhir, para pelaku ini beraksi mencuri motor milik Ainun, Sabtu (13/7/2019) dini hari di jalan Jojoran Surabaya. Namun, saat itu korban mengetahui aksi pelaku. Tak segan, pelaku kemudian menodongkan pisaunya ke arah leher korban dan mengancam akan membunuh korban jika korban melawan.

"Usai beraksi itu, kami mendapat laporan korban dan anggota langsung menyebar. Saat di jalan Dharmahusada, kami mendapati kendaraan korban dan mobil yang dibawa oleh pelaku. Kami pun mencegat para pelaku. Saat ditangkap itu,mereka mencoba melawan kami dan membahayakan nyawa petugas. Saat itu pula kami terpaksa lakukan tindakam tegas dengan menembak ketiganya pada bagian dada," tambahnya.

Dari penangkapan itu, polisi menemukan beberapa buah kunci T yang sudah dimodifikasi, dua unit motor hasil kejahatan, sebuah gunting pemotong besi besar, kunci palsu, tiga buah pisau penghabisan,sebuah celurit dan mobil sarana Toyota Calya bernopol N 1034 RV.

Sudamiran menegaskan jika pihaknya tidak alam memberi ruang bagi para pelaku kejahatan yang ada di Surabaya. Jika terus beraksi, polisi tetap akan mengirim mereka ke akhirat sesuai dengan perbuatannya.

"Kami tidak segan kepada siapapun pelaku yang masih berani beraksi di Surabaya. Sekali lagi, kami tidak segan menembak mati para pelaku yang meresahkan masyarakat," tegasnya. n