Nenek Tewas Tertimpa Pohon saat Mencari Ranting

Petugas Inafis saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian. SP/Hadi Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Tewasnya nenek Sunarti (58) warga Dusun Rejosari desa Gandusari kabupaten Blitar pada Rabu (25/8) menyisakan kepedihan keluarganya. Lansia di blitar itu tewas usai tertimpa potongan pohon jenis genitri saat tengah mencari ranting pohon. 

Tewasnya Sunarti akibat tertimpa pohon itu dibenarkan Kapolsek Gandusari AKP Tri Wahyudi melalui Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udiyono di ruang kerjanya pada Surabaya Pagi. Menurut Udiyono, TKP merupakan pekarangan belakang rumah dengan luas 8x10 meter di situ  terdapat tumbuhan tanaman rumput, tumbuhan jenis andong dan beberapa pohon genitri.

"Petugas saat datang di TKP, korban Sunarti sudah meninggal dunia dan sudah dievakuasi oleh suaminya dan keluarga dari TKP ke rumah korban kurang lebih jaraknya dengan TKP 20 meteran, sedang para penebang pohon tidak ada di TKP saat petugas dari Polsek Gandusari, mereka sudah pulang kerumah masing masing," kata Iptu Udiyono sambil menyayangkan atas dibawanya korban ke rumahnya.

Seperti yang dipaparkan Iptu Udiyono, peristiwa yang terjadi pada Rabu (25/8/2021) ketika Ahmad Suyono pemilik pohon genitri menjual 7 pohon genitri  kepada sdr Bandi warga Desa Krisik Kec Gandusari. Pada hari itu juga Bandi memotong pohon genitri dan menyuruh jasa tukang tebang pohon, 4 orang. 

Dalam waktu singkat ke 7 pohon genitri sudah selesai ditebang, sementara ke 4 penebang pulang, dan pukul 12.30 para penebang kembali hendak memotong dijadikan potongan 3 meteran, dan para penebang itu terkejut mengetahui ada seorang wanita yang diketahui tergeletak dengan posisi tengkurap dan terdapat luka dengan darah mengucur di bagian kepala, langsung ke empatnya melapor ke pemilik pohon, ternyata di ketahui oleh pemilik pohon, korban adalah tetangganya.

"Menurut informasi pihak keluarga, korban saat itu berada di sekitar TKP untuk mencari dan mengumpulkan ranting ranting pohon genitri dengan menggunakan sabit yang akan digunakan sebagai kayu bakar," tambah Iptu Udiyono.

 

Dari hasil pemeriksaan petugas Petugas Puskesmas Gandusari disaksikan Kapolsek Gandusari dengan beberapa anggotanya, Babinsa Koramil Gandusari termasuk pihak keluarga korban, didapati luka korban, pada bagian kepala robek bagian atas selebar 10 cm, serta bengkak kepala bagian belakang dan pada tulang belakang leher alami krepitasi -3 cm serta pendarahan pada hidung korban. Jadi tewasnya korban alami luka berat pada bagian kepala yang diperkirakan tertimpa dahan pohon genitri.

"Seluruh keluarga korban yang diwakili Amin Tohari juga anak kandungnya, menyatakan menerima atas kejadian yang menimpa korban, dengan membuat surat pernyataan dan tidak boleh dilakukan autopsi, hanya diperbolehkan visum luar, yang kuatkan dan diketahui kepala desa setempat," terang Iptu Udiyono seizin Kapolres Blitar AKBP Ditya Panji Anom S.IK.

Dari kejadian tersebut polisi selain memeriksa beberapa saksi, juga menyita dahan ranting pohon Genitri panjang 3 meter berdiameter 10 cm, juga sebilah sabit milik korban. Les