Ngabuburit Boleh, Tapi Prokes Jangan Kendor

Tampak para pemburu takjil yang ramai berdatangan dan abai prokes

SURABAYA PAGI, Surabaya – Berburu takjil adalah salah satu dari sekian banyak kegiatan yang paling banyak dipilih oleh masyarakat sambil menunggu waktu berbuka puasa. Seperti yang nampak di sekitar kawasan Masjid Sholihin Surabaya dimana sejak pukul 15.00 WIB para penjual takjil mulai membuka stand dagangannya dan para pemburu takjil mulai ramai berdatangan sejak pukul 16.00 WIB.

 

Namun, ditengah serunya berburu takjil saat ngabuburit, baiknya masyarakat tidak melupakan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Berdasarkan pantauan Surabaya Pagi, Kamis (7/4/2022) dari area Masjid Sholihin Surabaya tampak ramai padat masyarakat ngabuburit dengan berburu takjil hingga menimbulkan kemacetan dan abai akan protokol kesehatan seperti tidak menjaga jarak dan tidak memakai masker baik dari sisi penjual maupun pembeli.

Menurut mereka, pelanggaran prokes tersebut terjadi lantaran baik penjual maupun pembeli yang berdatangan kebanyakan hanya dari area sekitar.

"Ini yang gak pakai masker ini biasanya yang dari sekitar sini-sini aja sih, gak jauh. Kebanyakan penjual pembeli dari sekitar sini ini," ujar Tumina, salah satu penjual takjil.

Adapun menurut Nissa salah satu pembeli menuturkan bahwa, "Kan cuma sebentar, deket ini juga, jadi gak apalah gak pake masker sebentar, ini juga banyak yang gak pake, Coronanya juga udah mulai membaik toh," ujarnya. gab