Nuansa Mistis Kamar Antik Bung Karno di Perkebunan Kopi Karanganyar

Petugas sedang merapikan kamar Bung Karno. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak heran jika Blitar juga dinamai dengan Bumi Bung Karno, karena hampir setiap sudut wilayah Blitar Raya menyimpan memori cerita tentang Bung Karno, salah satunya di perkebunan kopi Karanganyar di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok. Sepanjang jalan, dari pintu masuk menuju area pabrik kopi peninggalan Belanda itu, ditumbuhi tanaman kopi.

Kini perkebunan kopi tersebut tidak hanya menjadi tempat pengolahan hasil bumi. Namun, juga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Blitar. Identitas perkebunan kopi tetap dipertahankan, produksi juga masih berjalan.

Menurut Direktur Kebun Kopi Karanganyar, Wima Brahmantya, bahwa tidak hanya pengelolahan haisl bumi saja yang di unggulkan, namun beberapa tahun terakhir pihak pengelola terus berusaha memperkuat identitas wisata sejarah. Yakni dengan memperlihatkan kamar khusus Bung Karno.

“Jadi sekitar tahun 1957, Bung Karno pernah beristirahat di perkebunan ini. Makanya kamar itu (pernah digunakan istirahat Bung Karno, Red) tidak disediakan untuk tamu, tapi untuk edukasi sejarah,” ujarnya, dikutip Senin (19/4/2021).

Sejatinya, keberadaan kamar Bung Karno ini tidak hanya sebagai pelengkap wisata sejarah perkebunan Karanganyar. Selain fakta Bung Karno pernah beristirahat di kamar tersebut, sejatinya dia ingin lebih membumikan lagi Bung Karno kepada masyarakat luas. Terutama pengunjung yang kebetulan datang ke perkebunan tersebut. “Jadi spirit Bung Karno itu memang harus terus dimunculkan agar generasi tidak lupa dengan sejarah dan perjuangan para pendahulu,” bebernya. 

Kamar Bung Karno tersebut terletak di gedung loji, tepatnya di gedung utama yang ada di perkebunan. Walaupun kamar tersebut dibiarkan dengan pintu terbuka, namun terdapat tali pembatas sebagai tanda agar pengunjung tidak masuk ruangan. Sehingga pengunjung, hanya bisa menikmatinya dari luar kamar.

Nuansa pertama saat melihat ruangan ini pasti tertuju pada lukisan presiden pertama yang menghadap pintu kamar, dengan sprei berwarna merah dan putih di atas kasurnya. Selain itu terdapat sejumlah perabot lawas dengan dua buah lampu meja di samping kanan kiri tempat tidur yang selalu menyala meski siang hari. Konon jarang yang berani bermalam di kamar tersebut.

Semakin mengundang misteri, karena banyaknya barang-barang yang antik menambah suasana kamar semakin unik. Apalagi berbagai furniture, mulai dari foto dan sejumlah barang yang ada di kamar ini merupakan barang-barang dari kamar nomor 806 Hotel Indonesia (HI) yang menjadi kamar khusus Bung Karno.

Perpaduan barang antik serta penataan yang pas memicu kesan klasik yang cukup kuat. Terlebih aroma bunga segar yang memang setiap hari diganti oleh petugas di lokasi ini. “Jadi pada 2004 silam itu ada lelang barang-barang Hotel Indonesia, saat itu yang ikut lelang om saya,” ceritanya. Dsy6