Obat Azithromycin, Antibiotik Andalan Saat Isolasi Mandiri

Obat antibiotik Azithromycin. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Semenjak Covid-19 merajalela, banyak orang memilih melakukan isolasi mandiri (Isoma). Selama isoma tersebut diperlukan obat dan vitamin agar tubuh tidak lagi terpapar Covid-19. Diantaranya obat antibiotik Azithromycin yang banyak diresepkan untuk pasien isoma dan kini mulai langka di pasaran.

Azithromycin adalah antibiotik yang membantu mengobati infeksi akibat bakteri tertentu. Seperti halnya antibiotik lainnya, obat ini hanya dapat melawan bakteri dan tidak efektif untuk melawan infeksi virus.

Azithromycin juga banyak digunakan untuk mengobati infeksi dada seperti pneumonia, infeksi sinus (sinusitis), infeksi kulit, penyakit Lyme, dan beberapa infeksi menular seksual. Obat ini juga bisa digunakan dalam jangka panjang untuk mencegah infeksi dada.

Dokter Spesialis Paru yang juga menangani pasien Covid-19 di RS Khusus Infeksi (RSKI) Universitas Airlangga (Unair), dr Wiwin Is Effendi, SpP, menjelaskan dalam penanganan pasien Covid-19 azithromycin berfungsi sebagai antioksidan. Obat tersebut bisa menguatkan imunitas tubuh.

"Tetapi dia (Azithromycin) di sini (untuk Covid-19) digunakan bukan sebagai efek antibiotiknya, tapi sebagai antioksidan. Kalau kita tahu kan biasanya ada radikal bebas, zat-zat yang bisa merusak dan memicu kerusakan di tubuh. Nah, dia sifatnya melawan itu, dia juga punya fungsi Imunomodulator. Artinya dia bisa menguatkan imunitas tubuh. Jadi kenapa dia digunakan untuk penanganan Covid-19," kata Wiwin, Rabu (14/7/2021).

Selain obat dan vitamin, selama isolasi mandiri harus melakukan beberapa hal penting berikut ini diantaranya, memaksimalkan aktivitas di kamar dan membatasi aktivitas di luar kamar isolasi, kurangi berbagi ruangan yang sama dengan anggota keluarga lain, menggunakan masker medis bila keluar kamar, saat interaksi dengan anggota keluarga, dan saat kontrol ke dokter, menggunakan alat makan dan minum, serta alat mandi terpisah dan konsumsi makanan bergizi, tidur cukup 6-8 jam per hari, hindari stres, minum obat sesuai anjuran dokter, dan selalu melaporkan perkembangan kondisi ke dokter. Dsy9