OJK Ajak Seluruh Industri Jasa Keuangan Berkantor di IKN Nusantara

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar memastikan pihaknya akan berkantor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di hari pertama IKN diresmikan. Ia pun mengajak industri jasa keuangan seperti perbankan hingga asuransi untuk ikut berkantor di tempat tersebut.

"Untuk sinergisitas, kolaborasi, dan dukungan yang baik, saya tidak berharap kecuali semua industri jasa keuangan juga berkantor di IKN Nusantara sejak hari pertama," kata Mahendra saat penutupan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2022 di lokasi pameran jasa keuangan atau Financial Expo (FinExpo) di Jakarta, Sabtu (29/10/2022).

Mahendra pun mengajak LJK berkunjung dan menengok wilayah IKN sesegera mungkin untuk melihat besarnya potensi di wilayah tersebut. Masih ada waktu bagi LJK karena dalam rencana dan rancangannya, IKN akan mulai pindah pada tahun 2024.

"Nah mumpung 2024 mulai di rencanakan dan dirancang proses melakukan hal itu. Karena kalau bapak itu yang belum sempat ke IKN, luangkan waktu," ucapnya.

Bukan tanpa alasan, Mahendra mengatakan rencana itu sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian di Kalimantan Timur. Potensi ekonomi di Kaltim itu juga diyakini akan mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalimantan bagian Indonesia itu empat kali luasnya dari Pulau Jawa. Kalimantan Timur sendiri seluas Pulau Jawa. Jadi bayangkan Indonesia sebesar ini dengan andalan satu Pulau Jawa, pertumbuhannya sudah seperti sekarang. Bayangkan, kalau kita kembangkan lagi besaran yang luar biasa itu, tapi itu tak pernah akan tercapai kalau kita tidak sinergi, koordinasi, dan kolaborasi,” jelasnya.

Adapun IKN Nusantara mencakup wilayah daratan seluas sekitar 256.142 hektare dan wilayah perairan laut seluas sekitar 68.189 hektare yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kaltim.

Mahendara menambahkan, pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bukan sekadar memindahkan gedung Istana Presiden, melainkan sebuah upaya membangun budaya baru, budaya kerja baru, dan mindset ekonomi baru.

"Dengan memindahkan IKN baru ke luar Jawa, pemerintah berikhtiar mewujudkan Indonesia sentris, bukan Jawa sentris. Pemindahan IKN ke luar Jawa merupakan langkah nyata mewujudkan pemerataan dan keadilan sosial," pungkasnya. jk