OJK Support Banyaknya Startup

Wimboh Santoso Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Berkembangnya bank digital semakin memacu pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara.

Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital nomor satu di Asia Tenggara di tahun 2025. Dengan kontribusi transaksi digital USD124 miliar atau Rp1.736 triliun.

Saya yakin Indonesia memiliki potensi yang begitu besar untuk berkembang di industri digital. Pertama, karena besarnya populasi, yaitu 272 juta penduduk yang tersebar--di 17.000 pulau dan 137 juta di antaranya adalah angkatan kerja.

Kedua, sebanyak 175 juta penduduk atau sebesar 65,3% populasi merupakan pengguna Internet. Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UMKM, pada 2020 terdapat 129 juta penduduk Indonesia yang menggunakan e-commerce, dengan nilai transaksi mencapai Rp266 triliun.

Kami berharap, pandemi Covid-19 ini menjadi momentum bagi kita semua untuk bertransformasi melalui digital, sehingga industri jasa keuangan mampu menjadi industri yang kompetitif, memiliki ketahanan, serta berkelanjutan dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Menurut saya sekarang dibutuhkan strategi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital tersebut dengan cepat. Bila tak bergerak cepat, daya saing Indonesia diyakininya akan tergerus.

Karena global player akan berjalan lebih cepat dari apa yang kita lakukan. Indonesia akan menjadi penonton, akan menjadi pasar dari para pelaku di luar Indonesia.

Apalagi, masih terdapat 4 tantangan besar yang harus dihadapi. Pertama, jangkauan konektivitas. Belum seluruh wilayah di Nusantara memiliki koneksi Internet yang baik. Kedua, tingkat literasi digital yang masih perlu ditingkatkan, terutama masyarakat di daerah yang belum bankable, para pelaku sektor informal dan UMKM.

Ketiga, semakin meningkatnya kejahatan cyber dan adanya potensi penyalahgunaan data pribadi dengan menggunakan teknik manipulasi data yang bervariasi.

Dalam memitigasi hal ini, sangat dibutuhkan dukungan perundang-undangan dan peraturan pelaksana yang jelas, serta enforcement yang tegas.

OJK menyambut baik banyaknya startup yang bermunculan. Sebab, itu memberikan kemudahan kepada para entrepreneur, plus memberikan kenyamanan serta kualitas produk kepada konsumen. Saat ini, jumlah startup milik Indonesia lebih dari 2.100, dengan 4 unicorn dan 1 decacorn.

Khusus untuk sektor perbankan, transformasi digital menjadi fokus kami ke depan agar menjadi lebih kompetitif, memiliki kualitas produk yang baik, layanan yang memuaskan dan coverage yang luas, sehingga lebih efisien serta meningkatkan daya saing industri perbankan di kancah nasional, regional dan global.

Saya nyatakan OJK terus mendorong pengembangan suatu ekosistem digital yang terintegrasi. Di mana di dalamnya mencakup produk dan layanan digital, business process digital, platform keuangan digital, serta infrastruktur digital.

Itu semua merupakan satu-kesatuan dari ekosistem pengembangan ekonomi Indonesia yang berbasis UMKM. (Disampaikan dalam Webinar bertajuk 'Bank Digital, Solusi Kemudahan Bertransaksi di Tengah Pandemi', HUT ke-16 Koran Sindo, Rabu 30 Juni 2021)