Okupansi Hotel di Kota Batu Naik Capai 20 Persen

Tingkat okupansi hotel di wilayah Kota Batu sudah mulai mengalami peningkatan berkisar pada 10-20 persen.SP/ Shutterstock

SURABAYAPAGI, Batu -  Seiring dengan adanya penyesuaian masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kota Batu, tingkat keterisian atau okupansi hotel mulai mengalami kenaikan.

Saat ini tingkat okupansi hotel di wilayah Kota Batu sudah mulai mengalami peningkatan berkisar pada 10-20 persen. "Peningkatan belum banyak. Kemarin hampir nol persen, sekarang sudah mulai 10-20 persen," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, Kamis (26/8).

Sujud menjelaskan para tamu yang mulai menginap pada hotel-hotel yang ada di wilayah Kota Batu, mayoritas berasal dari wilayah Surabaya. Kebanyakan dari para tamu tersebut, melakukan perjalanan wisata hanya untuk menginap di salah satu hotel yang ada di Kota Batu.

Menurut dia, para tamu hotel yang datang ke Kota Batu masih memiliki potensi untuk meningkat, jika destinasi wisata yang ada di kota tersebut diperbolehkan untuk beroperasi. Namun, hingga saat ini, destinasi wisata di Kota Batu, masih belum diperbolehkan buka.

"Untuk okupansi cukup lumayan peningkatannya, ketika wilayah Surabaya sudah turun ke level 3. Kunjungan ada peningkatan sedikit, meskipun destinasi wisata belum dibuka," ujarnya.

Saat ini, hotel-hotel yang ada di wilayah Kota Batu mayoritas sudah mulai kembali beroperasi. Sebelumnya, ada kurang lebih sepuluh hotel besar di Kota Batu yang menghentikan operasional sementara akibat penerapan PPKM untuk mengendalikan Covid-19.

Menurut dia, kurang lebih 90 persen hotel yang ada di Kota Batu, sudah kembali beroperasi, meskipun jumlah tamu masih belum cukup banyak. Para karyawan hotel juga sudah mulai kembali bekerja, dengan menerapkan sistem shift atau bekerja bergantian.

"Sudah mulai, hampir 90 persen lebih beroperasi, dan karyawan bekerja bergantian. Untuk hotel bintang empat, ada satu atau dua yang masih tutup, karena jaringan mereka juga belum dibuka," kata dia.

Berdasarkan data indikator bersatu lawan Covid-19, kondisi Kota Batu memiliki skor 1,82 dan termasuk wilayah yang berada pada zona oranye penyebaran Covid-19. Penambahan kasus baru, sebagian berasal dari kontak erat keluarga.

Di wilayah tersebut, ada sebanyak 1.011 rukun tetangga yang berada pada zona hijau penyebaran Covid-19 dan 127 RT yang berada pada zona kuning. Sementara untuk zona merah, dan zona oranye tidak ada.

Hingga saat ini, secara keseluruhan di wilayah tersebut, ada sebanyak 2.931 kasus konfirmasi positif Covid-19. Dari total tersebut, sebanyak 2.522 orang dilaporkan telah sembuh, 248 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.ml1/na