Operasi Pasar Disperindag Jatim di Lamongan, Ringankan Kebutuhan Warga

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 17 Nov 2023 17:14 WIB

Operasi Pasar Disperindag Jatim di Lamongan, Ringankan Kebutuhan Warga

i

Warga Lamongan tengah mengantri untuk membeli sembako murah yang digelar oleh Diperindah Provinsi Jatim. SP/MUHAJIRIN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan -Operasi Pasar Murah (OPM) oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur di Lamongan, cukup membantu bisa meringankan warga untuk mendapatkan kebutuhan sembako dengan harga murah.

Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar di Alun-alun Lamongan pada Jum'at (17/11/2023) tersebut, sejak dibuka langsung diserbu oleh masyarakat, yang dari awal sudah mendapatkan informasi langsung berburu sesuai dengan kebutuhannya.

Baca Juga: Bawaslu Minta Para Kades Segera Laporkan Dugaan Kecurangan Keterlibatan Birokrasi dalam Pileg

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengungkapkan OPM akan membantu mengendalikan inflasi, dan mengatasi kelangkaan bahan pokok di Kabupaten Lamongan.

"Layanan pasar murah sangat membantu masyarakat, terutama ibu-ibu dalam memenuhi kebutuhan pokok yang saat ini sedang naik," tutur bupati saat membuka OPM pagi ini.

Diterangkan oleh Kepala UPT Perlindungan Konsumen Bojonegoro Disperindag Provinsi Jawa Timur Mohammad Tauchid, OPM di Jawa Timur akan digelar sampai akhir tahun di wilayah Jawa Timur. Hal yang mendasari gencarnya OPM ialah tingginya harga komoditas di Jawa Timur melampaui standar harga Nasional.

 

Baca Juga: Usai Rekapitulasi Kecamatan, Muncul Tudingan Oknum Birokasi Lamongan Main-main

"Kami gelar OPM bertujuan untuk menjaga ketersediaan barang dengan harga yang relatif (tidak tinggi/terlalu rendah). Karena saat ini harga komoditas di Jatim melampaui patokan dari Kementerian. Seperti pada komoditas beras menduduki angka 13 ribu lebih," terang Tauchid.

Selanjutnya, Tauchid menyampaikan adanya lonjakan harga di seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Lamongan dikarenakan adanya kondisi El Nino yang menyerang. Dari fenomena tersebut akan berdampak pada gagal panen.

OPM kali ini menyediakan 2,5 ton beras dengan harga 10.200/kg (pembelian maksimal 2 karung atau 10 kg), 100 kg gula dengan harga 14 ribu/kg, 100 kg telor dengan harga 24 ribu/kg, dan 1.200 liter minyak goreng dengan harga 13 ribu/botol.

Baca Juga: Solokuro Lamongan Masih Sebagai Sentra Komoditas Pertanian Jagung

Antusias masyarakat dalam berburu bahan pokok dengan harga murah terlihat dari jumlah antrian panjang. Salah satunya ialah Novi (40) yang sudah antri sejak pukul 7 pagi. Warga dari Kecamatan Tikung itu membeli beras dan gula.

"Alhamdulillah sangat senang ada OPM, karena harganya lebih murah daripada di pasar jadi meringankan masyarakat," ungkap Novi. jir

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU