Optimalkan Gerai Masker untuk Tingkatkan Prokes

Petugas bersiaga di gerai masker yang ada di kawasan Taman Sumber Wangi Kota Madiun.

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Seiring munculnya varian Omicron di Indonesia, pemerintah kota (Pemkot) Madiun mengoptimalkan keberadaan gerai masker di sejumlah titik. Hal tersebut dilakukan guna mewaspadai penularan covid-19.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Jariyanto mengatakan langkah antisipatif kembali digiatkan oleh Pemkot Madiun, meski kasus konfirmasi di wilayahnya terkendali.

"Kewaspadaan perlu ditingkatkan menyusul terdeteksinya varian Omicron yang terus bertambah. Salah satunya dengan memaksimalkan keberadaan gerai masker gratis," katanya di Madiun, Selasa (28/12).

Menurut dia, terdapat sebanyak 2.500 lembar masker yang disiapkan untuk dibagi gratis guna memenuhi kebutuhan masyarakat, baik luar maupun dalam kota setiap harinya.

Gerai masker tersebut tersebar di lima titik Kota Madiun, yakni di antaranya di sepanjang Jalan Pahlawan yang terdapat di depan rumah dinas Wali Kota Madiun, depan gedung Telkom, dan kawasan Taman Sumber Wangi.

Selain itu, gerai masker gratis juga ada di Jalan Mayjen Sungkono Madiun. Selain itu, juga terdapat gerai masker mobile yang keliling di sejumlah tempat umum.

Di samping mengoptimalkan gerai masker gratis dalam mengantisipasi penularan varian Omicron, Pemkot Madiun juga kembali rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah tempat umum.

Penyemprotan disinfektan rutin dilakukan sekali dalam seminggu. Sasarannya adalah objek vital. Seperti pasar tradisional, tempat ibadah, gedung sekolah, dan fasilitas umum lainnya.

"Yang jelas kita tetap siaga kemungkinan terjadinya persebaran covid-19 varian baru ini," kata Jariyanto yang juga anggota Satgas Penanganan covid-19 Kota Madiun itu.

Upaya lainnya adalah, pemkot terus memaksimalkan layanan vaksinasi covid-19. Saat ini vaksinasi covid-19 dosis pertama di Kota Madiun telah tembus 105 persen dari total sasaran sebanyak 154 ribu jiwa.

Pihaknya juga meminta warga Kota Madiun dan pendatang yang sedang berlibur di Madiun dalam rangka Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan kasus konfirmasi covid-19 di Kota Madiun dapat terus dikendalikan dan terlebih varian Omicron tidak masuk ke wilayah setempat.

Tercatat, secara keseluruhan di Kota Madiun kasus konfirmasi covid-19 hingga Senin (27/12) mencapai 7.270 orang. Dari jumlah itu, 6.758 orang diantaranya telah sembuh, satu orang dalam perawatan, dan 511 orang meninggal dunia.