Pabrikan Rokok Nojorono dan KT&G Turunkan Tingkat Produksi

Pekerja melinting rokok jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan rokok Nojorono dan KT& G (Korea Tomorrow & Global Corporation) sepakat menurunkan produksi bertambah. Penurunan produksi tersebut merupakan bagian dari keputusan perusahaan untuk mengelola biaya yang semakin meningkat dan margin keuntungan dari penjualan produknya seiring dengan kenaikan tarif cukai. Dengan demikian, terhitung tahun ini produksi kedua pabrikan ini berada pada golongan 2A, setelah sebelumnya berada di golongan 1.

Selain itu, menurut Analis pasar modal sekaligus Founder & CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto, selisih tarif cukai Golongan 1 dan 2 yang masih besar memungkinkan perusahaan memiliki ruang lebih lebar untuk mengelola biaya sekaligus menjaga harga produk yang kompetitif.

"Saat ini, selisih tarif cukai antara golongan 1 dan 2A untuk segmen SKM [sigaret kretek mesin] mencapai Rp330 per batang," katanya, Kamis (8/4/2021).

Sebelum KT&G, perusahaan rokok besar lain yang telah turun produksi dan kini di golongan 2 adalah Nojorono. Hal tersebut juga karena selisih tarif cukai yang lebar memberikan opsi bagi perusahaan rokok untuk berada di golongan 1 atau di bawahnya.

Nojorono adalah perusahaan rokok terbesar kelima di Indonesia yang sebelumnya juga berada di golongan 1. Analis Kebijakan Madya Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Wawan Juswanto mengakui berdasarkan data yang ada, produksi rokok di golongan 1 memang cenderung turun.

Menurutnya, sejumlah perusahaan mewacanakan menurunkan produksinya dari golongan 1 ke 2 karena berbagai penyebab, sehingga rokok golongan 2 dan 3 tumbuh positif. “ Alhasil, pangsa pasar rokok golongan 1 turun dan sebaliknya market share rokok golongan 2 dan 3 merebak. “Ini menunjukkan pergeseran rokok mahal ke murah,” ungkap Wawan.

Sebagai informasi, KT&G merupakan perusahaan rokok terbesar di Korea Selatan dan masuk dalam jajaran lima besar pabrikan rokok dunia. Produk perusahaan tersebut saat ini dijual di lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia.

KT&G memiliki tiga anak perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan rokok. KT&G memproduksi rokok melalui pabriknya PT Trisakti Purwosari Makmur.

Selain Trisakti, ada pula KT&G Indonesia dan PT Nusantara Indah Makmur yang khusus bergerak dalam penjualan rokok. Dsy17