PAD Sektor Pariwisata di Trenggalek Ditaget Jadi Rp7 Miliar

Air Terjun di Pantai Pelang, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. SP/Instagram/indonesia_traveler

SURABAYAPAGI, Trenggalek - Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Trenggalek ditargetkan  meningkat menjadi Rp7 miliar dari sektor pariwisata pada kurun tahun anggaran 2022. Angka ini naik sekitar Rp4 miliar dibanding target tahun ini yang hanya Rp3 miliar karena alasan pandemi COVID-19.

"Untuk meningkatkan itu kami mengambil langkah, di antaranya adalah melalui paket 'familiarization trip' (Fam Trip) bareng 'tour and travel' di Jawa Timur," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, kemarin.

Ia memastikan penyelenggaraan wahana wisata di Trenggalek semuanya wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pemantauan berkala juga dilakukan, baik di wisata berbasis alam, kebudayaan, kuliner hingga perhotelan, termasuk percepatan vaksinasi. "Alhamdulillah hampir semua sudah,” katanya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga tengah mengembangkan desa wisata.Ada sebanyak 35 desa wisata yang tengah dirintis dari program 100 desa wisata baru di Bumi Menak Sopal. Tak hanya melulu soal wisata alam, namun juga merambah ke wisata-wisata lainnya.

"Salah satunya adalah 35 desa wisata itu. Kami berharap akhir tahun bisa meresmikan desa wisata. Untuk memaksimalkan potensi harus ada daya tarik, terlebih prinsip cleanliness, health, safety and environmental sustainability (CHSE) harus diterapkan,” tuturnya.

Kendati mematok target tinggi, Sunyoto tak menampik adanya risiko target tidak tercapai sesuai harapan. Hal ini mengingat situasi pandemi yang masih berpotensi terjadi fluktuasi melonjak kembali seiring tingginya pergerakan orang selama libur Natal dan Tahun Baru.

"Tahun ini saja, dengan target hanya Rp3 miliar, capaian baru masih terealisasi 61,7 persen atau sekitar Rp1,85 miliar per 20 November. Kami upayakan target itu bisa tercapai," ucap dia.

Sebelum pandemi, pendapatan asli daerah Kabupaten Trenggalek bisa mencapai Rp9 miliar.Kendati demikian, lanjut Sunyoto, pencapaian target itu terkendala oleh beberapa hal.

Salah satunya adalah belum dibukanya kawasan wisata yang menjadi penyumbang tinggi pendapatan asli daerah. Misalnya, adalah Pantai Karanggongso yang bisa menggaet ratusan ribu wisatawan per tahun.tg/na