Home / Opini : Kasih Karunia

Palestina

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 05 Nov 2023 20:58 WIB

Palestina

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sejak 7 Oktober, Israel telah terlibat dalam perang dengan Hamas di Gaza, setelah kelompok milisi Palestina itu melakukan serangan besar-besaran di Israel.

Minggu lalu, saya sudah menulis Israel di rubrik "Kasih Karunia" harian kita. Minggu ini Palestina. Ya, Palestina, salah satu negara yang paling terkenal dalam daftar negara yang tidak diakui PBB adalah Palestina.

Baca Juga: Iblis

Sejarah mencatat pasa Klasik, sekitar 2500 tahun SM, Palestina merupakan nama untuk wilayah barat daya negeri Syam, yaitu wilayah yang terletak di bagian barat Asia dan bagian pantai timur Laut Tengah.

Sejarah mencatat, Palestina dijajah Israel sejak 5 Juni 1967. Israel menduduki sisa wilayah bersejarah Palestina, termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat, Yerusalem Timur, Dataran Tinggi Golan Suriah, dan Semenanjung Sinai Mesir. Ini terjadi selama Perang 6 Hari melawan koalisi tentara Arab.

Sementara sebagai negara, Palestina terbentuk 15 November 1988. Ironisnya, Palestina adalah sebuah negara di Asia Barat hingga kini belum diakui kedaulatannya. Padahal, Palestina pernah mendeklarasikan kemerdekaan pada 15 November 1988.

Mengutip buku Sejarah Israel pada Zaman Alkitab karangan David F. Hinson, negeri Palestina di Alkitab disebut sebagai Tanah Kanaan. Alkitab menjelaskan bahwa penduduk Kanaan sangat majemuk karena banyak suku bangsa berbeda yang menetap di sana.

Sebagian besar cendekiawan menyebutkan Nabi Isa lahir di Bethlehem (Tepi Barat) dan menghabiskan masa hidupnya di Palestina menyebarkan agama Allah Swt. Banyak mukjizat yang diberikan kepada Nabi Isa. Salah satunya bisa menghidupkan orang mati.

Islam pertama kali diperkenalkan di wilayah Palestina selama awal penaklulan Islam pada abad ke-7, ketika tentara dari Jazirah Arab di bawah Kekhalifahan Rasyidin menaklukan wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali Bizantium.

Juga Jalur Gaza merupakan bagian dari teritori Palestina. Sejak bulan Juli 2007, setelah pemilihan umum legislatif Palestina 2006 dan setelah Pertempuran Gaza, Hamas menjadi penguasa de facto di Jalur Gaza, yang kemudian membentuk Pemerintahan Hamas di Gaza.

Ada ayat Alkitab tentang Israel dan Palestina yang dapat kita renungkan.

Kejadian 12:-3

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: ”Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Lalu apa yang membuat Israel menyerang Palestina? Penyerangan ini dipicu akibat dari perebutan wilayah Yerusalem Timur atau lebih tepatnya Sheikh Jarrah.

Karena inilah, pasukan Hamas dan Israel saling menyerang satu sama lain melalui serangan udara. Penyerangan ini terjadi selama 11 hari, sampai akhirnya kedua negara menyetujui adanya gencatan senjata.

Palestina, dulu dikenal sebagai Syam, pusat perdagangan orang-orang Quraisy dan dikenal sebagai Negeri Para Nabi.

Baca Juga: Kekuasaan

Dalam sejarah, hanya Palestina yang pernah dihuni oleh para nabi dan rasul Allah SWT.

Setelah perang 6 hari dimana bagian timur yang dikuasai oleh yordania, lalu diambil alih oleh Israel. Jadi menyisakan kubu Israel dan Palestina. Nah, kubu inilah yang masih menjadi persetujuan hingga masa sekarang. Yerusalem adalah kota suci bagi 3 agama, agama Islam, Kristen, dan Yahudi.

Mayoritas kota suci Kristen seperti Bethlehem, Nazareth dan Yerusalem berada di Israel dan wilayah Palestina.

Kristen Palestina di Tepi Barat hanya sekitar 2% dari total populasi penduduk dan kurang dari 1% di wilayah Jalur Gaza. Ada sekitar satu juta orang Kristen di dunia dengan kewarganegaraan Palestina atau keturunan Palestina.

Pada tahun 2011 Yerusalem memiliki populasi 801.000 penduduk, di antaranya terdiri dari 778.000 (97%) penganut Islam, 14.000 (sekitar 2%) penganut Kristen, dan 9.000 (1%) Yahudi .

Sejarah menulis Israel.” “Palestina.” Satu tanah, dua nama.

Masing-masing pihak mengklaim tanah itu sebagai milik mereka, dengan nama yang mereka pilih.

Baca Juga: Viral, Menlu Retno Walk Out saat Dubes Israel Pidato di DK PBB

23 Oktober 2023, Serangan teror Hamas dibalas dengan serangan udara Israel yang meluluhlantakkan wilayah utara Jalur Gaza. Analis keamanan mengkhawatirkan, bara di Jalur Gaza bisa menjelma menjadi perang yang melanda seluruh kawasan.

Perang di Gaza kali ini dicatat merupakan "konflik paling parah dan sulit yang pernah kami alami sejak Israel didirikan pada tahun 1948," kata peneliti di lembaga wadah pemikir milik Universitas Tel Aviv, Institut Studi Keamanan Nasional.

Kini, tercatat, puluhan ribu nyawa melayang selama 75 tahun perang antara Israel dan Palestina. Banyak yang memprediksi, perang bisa berlangsung lama dan berdarah.

Ada kemungkinan, perang kelima di Jalur Gaza sejak 2008 itu bisa berkembang menjadi perang agama dan menjalar di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara.

Disebut, pada tanggal 7 Oktober silam, Hamas menerabas masuk melalui perbatasan Israel demi kehancuran dan pembantaian. Sebagian warga Yahudi diculik ke Jalur Gaza sebagai sandera. Israel bereaksi dengan membombardir wilayah utara Jalur Gaza dan bersiap melancarkan serangan darat.

Meski terkesan mustahil di tengah kebencian dan dendam lintas generasi, perdamaian di Timur Tengah masih dimungkinkan. Tentu jika kedua pihak bersedia, kompromi damai bisa dicapai.

Kita berharap akan ada tokoh dunia yang mau bersusah payah untuk menengahi konflik ini. Tanpa mediasi, konflik Israel dan Palestina, tidak mungkin terselesaikan dengan semangat perdamaian. (Maria Sari)

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU