Para Milenial dan Santri Lamongan Ikuti Inkubasi Wirausaha Muda

Bupati saat membuka pelatihan wirausaha muda yang diikuti oleh para milenial dan santri secara daring. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak 106 kelompok milenial dan 24 kelompok santri di Lamongan, resmi mengikuti pelatihan bisnis wirausaha muda secara online. Kegiatan yang bisa dikatakan bagian dari sejarah dimulainya ekosistem kreatif bagi anak muda ini dibuka oleh bupati Yuhronur Efendi secara daring di Ruang Command Center, Senin (11/4/2022).

Bupati dalam kesempatan itu mengapresiasi milenial dan santri yang telah berhasil mengemas potensi yang dimiliki Kabupaten Lamongan, menjadi karya dan ide bisnis dalam kompetisi Megpreneur. "Lamongan memiliki potensi alam yang sangat luar biasa, baik di bidang pertanian, perikanan, perkebunan, bahkan pariwisata," kata bupati.

 

Tidak hanya itu lanjutnya, UMKM dan industri olahan juga sangat berpeluang untuk dioptimalkan, sehingga mampu memiliki nilai jual dan daya saing yang tinggi. "Megpreneur adalah program baru kami yang lahir karena keinginan agar anak muda Lamongan memiliki ekosistem ekonomi kreatif," jelasnya.

Disebutkan olehnya, pemerintah berkeinginan bahwa kegiatan inkubasi bisnis ini akan terlaksana secara berkelanjutan, dengan didampingi oleh mentor yang berpengalaman, serta nantinya akan memberikan bantuan modal usaha yang diperuntukkan bagi milenial dan santri.

“Belajar dari negara-negara maju yang sukses membangun hub-hub bisnis, mimpi seperti ini yang akan kami bawa di Lamongan dengan mengembangkan kultur bisnis yang baik agar anak-anak muda dapat mandiri, produktif dan berperan dalam membangun ekonomi di Lamongan,” ungkapnya.

Dilaporkan Kepala Dinas koperasi dan Usaha Mikro Lamongan Agus Suyanto, Online Session ini diikuti oleh 106 kelompok milenial dan 24 kelompok santri yang telah mendaftar. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 11-21 April 2022 dengan sasaran penjurian untuk memilih 80 besar kelompok usaha (60 kelompok milenial dan 20 kelompok santri, tiap kelompok terdiri dari 3 orang dengan rentan usia 17-35 tahun), kemudian untuk selanjutnya dilakukan serangkaian penjurian untuk memperoleh 25 tim terbaik yang akan memperoleh bantuan modal dengan total 200 juta.

“Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang menggelar kegiatan ini dengan tujuan untuk mengembangkan wirausaha muda di Lamongan dan santripreneur,” terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta akan belajar terkait new bisnis model, digital marketing, kepemimpinan, literasi keuangan, juga desain, dengan tujuan sebagai bekal untuk menjadi pengusaha yang sukses. jir