Para Pendidik Diimbau Optimalkan Penguasaan Materi Mengajarnya

Kepala Sekolah SMAN I Ambunten, Drs. Sirajum Munir M. Pd. diruang kerjanya ( SP/Ainur Rahman)

SURABAYAPAGI, Sumenep - Kepala SMAN 1 Ambunten  Drs. Sirajum Munir, M.Pd mengaku, banyak hal yang perlu dibenahi untuk mengoptimalkan kinerja para guru di ruang kelas adalah penguasaan materi mengajarnya. 

"Para pendidik harus memaksimalkan kerja dan penguasaan materi mengajar, artinya tidak selalu membebani siswa dengan pengetahuan yang sulit dimengerti," ujarnya.

Menurutnya, metode mengajar dengan gaya ceramah, mungkin akan membosankan bagi sebagian siswa, namun sebaliknya jika siswa fokus diarahkan kepada materi pembelajaran, bisa juga situasi kelas menegangkan dan siswa bisa cepat bosan karena sulitnya memahami.

‘’Menjadi tenaga pendidik, atau guru harus peka terhadap situasi belajar siswa, termasuk menguasai materi pelajaran, sebab dengan begitu, akan menjadikan suasana belajar yang menyenangkan,’ ujarnya. 

Maka, sambungnya, bila tenaga pendidik sudah mengetahui pintu masuk mendekati siswa, dengan mudah siswa dapat mencerna mata pelajaran dengan baik.

" Karena pembentukan karakter belajar itu dimulai sejak 0 % sampai 6 tahun, sampai 12 tahun, sampai 20 tahun, nah untuk pendidikan sekolah menengah atas (SMA) sudah pembentukan karakter," jelasnya.

Jadi dikatakan kepsek, kita tidak mengetahui dari awal, seperti apa  mereka dalam menjalani proses pembelajaran baik dari tingkat SD dan SMP dan masuk ke SMA," imbuhnya..

Namun, perubahan-perubahan itu menuntut berbagai tugas yang harus dikerjakan oleh para tenaga kependidikan sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. 

"Sungguh tidak mudah menjadi kepala sekolah profesional, banyak hal yang harus dipahami, banyak masalah yang harus dipecahkan, dan banyak strategi yang harus dikuasai," katanya..

Selain itu kepala sekolah harus menjadi " Learning  Person " yang senantiasa belajar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya secara terus-menerus.

"Hal penting lainnya, partisipasi aktif masyarakat dan orang tua, dalam menuntut dukungan tenaga kerja yang terampil dan berkualitas,’’ jelasnya, 

Sementara sebagai tenaga pendidik perlu memiliki pengetahuan untuk meningkatkan prestasi siswa, memahami dan melaksanakan berbagai teknik.

"Hal yang paling penting lainnya, sekolah harus memiliki pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat diwujudkan melalui pelatihan untuk mengasah kreatifitas siswa,". pungkasnya.ar