Pasca Go Public Irjen Ferdy dan Putri Candrawathi, Diduga Kesal dan Cinta

Raditya M. Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebelum suami istri ini go public, publik tahunya Brigadir J tewas, karena melakukan pelecehan seksual terhadap drg Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo. Tapi ternyata, setelah tim khusus bentukan Kapolri, menemukan pembunuhan yang diawali karena pelecehan seksual. Timsus langsung mengamankan 25 petugas polri karena dugaan pelanggaran etika profesi polisi.

Kasus ini termasuk laporan pelecehan seksual adalah sebuah skenario. Saya menyebut suami istri ini go public, karena sejak pembunuhan terjadi 8 Juli 2022 di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, keduanya tak pernah muncul di publik.

Tampil ke publik pertama dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim, Kamis (4/8/2022) lalu. Lalu, tampilan pertama Putri Candrawathi, di depan Mako Brimob Depok Jabar, baru terjadi Minggu (7/8/2022) lalu. Sebelummya, pihak Komnas HAM dan Lembaga Saksi dan Perlindungan Korban (LSPK) kesulitan mendatangkan Putri, di kantor lembaga negara itu.

 

***

 

Saya menyimak ungkapan Putri Chandrawathi, di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Minggu (7/8/2022) malam. Saat itu, saya baru tahu, ada urusan cinta antara Putri dan suaminya.

Sebelum ungkapan Putri, ada pernyataan menarik juga dari Irjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri, Kamis (4/8/2022), yang kesal dengan Brigadir Yosua alias Brigadir J.

Dari dua pernyataan suami istri ini, saya mencatat ada dugaan urusan cinta dan kebencian. Ini tentu dugaan dari seorang jurnalis muda yang menggunakan akal sehat.

Sebagai jurnalis muda saya heran orang seusia ibu saya kok masih bicara cinta secara terbuka pada suaminya.

Saya amati kedatangan Putri Chandrawathi bersama anak dan tim Pengacara malam itu untuk menjenguk suaminya yang disel di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Putri Chandrawathi yang didampingi putrinya, mengatakan ingin membezuk Ferdy, sekaligus mengantarkan pakaian ganti dan keperluan lainnya.

Tampak ada yang berbeda dari diri Putri Chandrawathi. Beda dibandingkan fofo-foto dan videonya yang selama ini beredar di media sosial. Wajah Putri, di medsos, cantik dan glowing.

Malam itu, wajahnya terlihat sembap, meskipun dia mengenakan masker.

Saya tak paham, apa Putri sedang sedih atau ikut skenario, sampai dirinya menangis. Saya duga ia menyesal ada berita dugaan pelecehan seksual yang dibidikan ke dia. Padahal, kuasa hukumnya mengkualifilasikan sebagai korban kekerasan seksual yang harus dilindungi. Bukan diekspos.

Malam itu, Nyonya Putri tampak menggunakan masker putih dengan wajah lesu dan mata sembab. Mata sebelah kirinya tampak memerah dan seperti bekas bengkak.

"Saya Putri bersama anak-anak, saya tetap mencintai suami, doakan kami, saya ikhlas memaafkannya, segala perbuatan yang kami berdua alami yang sangat sulit ini," ujarnya dengan suara tangis yang tak bisa melanjutkan kata-kata lagi dalam tayangan yang di Kompas TV, TVone dan Metro TV.

Sementara, kuasa hukumnya Amran Haris, disampingnya yang menemani Putri untuk membezuk. "Saya datang bersama ibu PC dan anaknya untuk membesuk bapak FS dan sekaligus mengantarkan pakaiannya. Namun, belum diberikan izin untuk bertemu pak FS. Mudah-mudahan besok (Senin, red) diizinkan bertemu pak FS," tambah Amran Haris, kuasa hukumnya.

Amran menyebut kehadiran istri Ferdy Sambo ke Mako Brimob juga atas rekomendasi piskolog klinis. Namun, rombongan belum diizinkan untuk menjenguk ke dalam Mako Brimob.

 

***

 

Catatan jurnalisme saya menemukan pernyataan suami istri itu tampaknya saling melengkapi.

Suara hati saya, menyebut pernyataan Putri Candrawathi, menyatakan mencintai Ferdy, suaminya dengan tulus adalah ungkapan perasaan hatinya. Apalagi diucapkan disamping anak perempuan, pengacara dan wartawan.

Uniknya lagi, ungkapan ini saat tidak sedang berhadapan dengan suaminya. Lebih unik lagi, diucapkan di Mako Brimob Polri, malam hari.

Apakah ungkapan cinta Putri Cendrawathi ini sebuah contoh ia menunjukan rasa cinta kepada pasangannya.?

Dalam pandangan akal sehat saya, umumnya banyak orang menunjukkan rasa cinta ditunjukkan melalui ucapan saat berhadap-hadapan atau melalui telepon.

Saat saya masih muda, kepada pacar, saya sering mengucapkan “aku cinta kamu” atau “aku sayang kamu”, atau "aku mencintaimu".

Tapi ini ada ibu usia sekitar 49 tahun, mengungkapkan perasaan cinta kepada suaminya tanpa berpandangan atau bicara melalui handphone.

Akal sehat saya terusik ungkapan Putri malam itu sebagai istri tidak mencintai Ferdy?. Apakah kini keduanya sedang punya masalah soal cinta?

Saya pernah mendapat pelajaran cara mengekspresikan cinta, dari Gary Chapman melalui bukunya yang berjudul "The Five Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate." 

Gary memperkenalkan tentang lima bahasa cinta suami istri dalam sebuah hubungan rumah tangga. Salah satu bahasa cinta yang masih saya ingat mengucapkan kalimat cinta dengan kata-kata afirmasi.

Ajaran yang sampai sekarang masih saya gunakan mengungkapkan kasih sayang melalui ucapan, pujian, atau penghargaan. Orang-orang yang memiliki bahasa cinta berupa words of affirmation, mungkin akan menikmati kata-kata cinta yang baik dan dari pasangan.

Nah, ungkapan Putri malam ini apa bagian dari kata-kata afirmasi? Walahualam.

 

***

 

Saya juga menyimak pernyataan Irjen Ferdy. “Saya selaku ciptaan Tuhan menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri. Demikian juga saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Brigadir Yosua. Semoga keluarga diberikan kekuatan. Namun semua itu terlepas dari apa yang telah dilakukan Saudara Yosua kepada istri dan keluarga saya.”

Nah, yang menjadi tanda tanya saya, yakni soal pernyataannya “...terlepas dari apa yang telah dilakukan Saudara Yosua kepada istri dan keluarga saya...”. Hal itu menurut akal sehat saya, sebuah memberi pesan, kesal bahkan kebencian. Ada kesan Irjen Ferdy membunyikan kekesalannya ke Brigadir J.

 

***

 

Apa pun motifnya, publik mencatat kejadian di rumah dimas Kadiv Propam Polri itu bikin gaduh. Apalagi ditemukan ada sebuah skenario.

Bagi akal sehat saya. Irjen Ferdy, membuat petaka besar. Skenario itu terjadi justru di rumah dinasnya. Pemahaman saya tentang rumah dinas adalah aset negara yang dipinjam pakaikan ke institusi Polri. Lalu Polri meminjamkan ke Irjen Ferdy, untuk dihuni, dirawat dan dijaga.

Ini artinya, pasca Irjen Ferdy, sudah dicopot dari jabatan Kadiv Propam Polri, rumah ini mestinya segera dikosongkan oleh Ferdy bersama keluarganya. Apalagi Ferdy sudah punya rumah sendiri yang tak jauh dari tempat kejadian. Dan kini, Ferdy, sendiri bermalam di sel Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat.

Pesan moralnya, dikosongkan secepat-cepatnya, agar negara tidak dirugikan. Mengingat, rumah dinas pejabat, apalagi dibangun mewah di tengah kota, membutuhkan biaya perawatan. Berdasarkan asas manfaat, rumah yang pernah dipinjam pakaikan ke Irjen Ferdy, bisa digunakan sebagai rumah dinas pejabat Polri yang belum punya rumah di Jakarta. Minimal bisa dioperkan penggunaannya ke pengganti Ferdy Sambo di Divisi Propam Polri, Irjen Pol Syahardiantono, teman satu angkatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. ([email protected])