Pasien Corona di Jombang Terancam Tak Bisa Dirawat, Ini Sebabnya

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran. (SP/M. Yusuf)

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Sejak sepekan terakhir, ruang isolasi khusus di RSUD Jombang tidak dapat menampung pasien Covid-19. P

Pasalnya kapasitas yang dimiliki hanya untuk menampung 10 orang, Penuhnya ruangan isolasi di RSUD ini, terjadi karena jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan, mengalami peningkatan. Sehingga, pasien Covid-19 terancam tak bisa menjalani perawatan.

Sementara hingga Rabu malam, kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang terus bertambah menjadi 27 orang, dan dengan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 21 orang. Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengungkapkan, penuhnya ruang isolasi pasien khusus Covid-19 tersebut, akibat tidak ada ruangan lagi untuk menampung.

"Kapasitasnya hanya untuk 10 orang. Ruangan dibagi menjadi dua, untuk menampung positif Covid-19 delapan orang, juga harus menampung para PDP sebanyak tujuh orang," ungkapnya, saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2020).

Pudji menjelaskan, karena jumlah pasien yang saat ini terus bertambah, sedangkan kondisi sudah penuh, sehingga membuat sebagian pasien harus dirawat di beberapa rumah sakit peyangga. "Kondisi lain yang harus disiapkan, yakni rumah isolasi milik pemerintah di BLK Jatim. Ijin gubernur turun, kita perlu pendekatan ke masyarakat, sehingga tidak memenuhi ruang isolasi yang butuh perawatan serius di rumah sakit," pungkasnya.

Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang, kasus Covid-19 saat ini sudah mencapai 27 orang, sementara 48 spesimen masih menunggu hasil swab.(suf)