Pasien Covid-19 dari Bangkalan Naik 200%

Beberapa pedagang di Pasar Gembong sedang dilakukan tes swab oleh tim Swab Hunter Pemkot Surabaya. SP/Angga/Pat

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Lonjakan kasus Covid-19 di Surabaya selama sepekan terakhir terbilang sangat tinggi.  Laporan Dinas Kesehatan Surabaya, menunjukan rata-rata pasien terinfeksi atau positivity rate Covid-19 harian mencapai 7 persen, yang sebelumnya hanya 5 persen di awal Juni.

Musabab kenaikan positivity rate ini dikarenakan adanya tracing dan testing masal baik PCR maupun antigen yang dilakukan oleh tim satgas Covid-19 pasca lonjakan Covid-19 di Bangkalan Madura.

Akibatnya banyak rumah sakit kebanjiran pasien covid-19 asal Bangkalan. Salah satu adalah Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya. Humas dan Marketing RS Al-Irsyad Surabaya Febrian Indyarto menjelaskan, selama sepekan terakhir terjadi kenaikan pasien Covid-19 terutama dari wilayah Bangkalan.

"Dalam 5 hari terakhir memang terdapat kenaikan jumlah pasien covid-19. Karena memang RS Al-Irsyad merupakan salah satu rumah sakit penyanggah rujukan covid 19 dari wilayah bangkalan sesuai instruksi dari dinas kesehatan," kata Febrian kepada Surabaya Pagi, Minggu (13/06/2021).

Secara jumlah pasti berapa pasien yang dirawat, Febryan mengaku belum dapat update informasi lebih lanjut karena situasi di lapangan sangat dinamis. "Yang jelas dalam 5 hari kemarin memang ada kenaikan, kira-kira 200%," aku Febrian

Selain pasien asal Bangkalan, ada pula pasien lainnya yang datang memeriksa secara mandiri di RS Al-Irsyad. Meski begitu, secara proporsi pasien dari Bangkalan masih mendominasi. "Contohnya ada yang datang ke Kita itu sebenarnya tetangganya orang Bangkalan. Karena bergejala datang ke IGD, di swab ternyata positif. Akhirnya hari itu juga kita rawat," katanya

Untuk ruang isolasi RS Al-Irsyad, hingga kini telah terisi lebih dari 70 persen. Dan rencananya pihak rumah sakit akan menambah kapasitas tempat tidur untuk menghadapi banjir Covid-19.

 

RSLI Dipenuhi Pasien Madura

Selain RS Al-Irsyad, hal serupa juga dialami oleh Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Berdasarkan data di lapangan, hingga Minggu (13/6/2021) pukul 14:45 WIB, total pasien yang dirawat di RSLI adalah sebanyak 350 pasien. Angka ini jika dibandingkan dengan tanggal 7 Juni 2021 naik sekitar 319 persen. Pasien ditanggal 7 Juni 2021 sebanyak 110 pasien.

Menurut Ketua relawan pendamping Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (PPKPC-RSLI) Radian Jadid, jumlah 350 pasien yang dirawat, terdiri dari kluster Madura, Pekerja Migran Indonesia (PMI) kluster pondok pesantren serta pasien mandiri.

"Sekitar 76 pasien dari PMI, Klaster Madura baik kasus Bangkalan dan hasil penyekatan Suramadu itu ada 179 orang, pondok pesantren 12 orang dan 2 orang sudah dirujuk serta 83 pasien itu pasien umum atau pasien mandiri," kata Radian Jadid kepada Surabaya Pagi, Minggu (13/06/2021)

Kondisi pasien yang dirawat kata Jadid, rata-rata mulai dari tanpa gejala hingga gejala ringan dan sedang. Serta beberapa pasien  terkonfirmasi swab PCR positif dengan nilai CT Value di bawah 25 dengan potensi penularan sangat besar. "Yang CT Value di bawah 25 ini diduga adalah varian baru. Sampel mereka sudah kita kirim ke ITD Unair serta Balitbangkes untuk konfirmasi lebih lanjut terkait dugaan varian baru covid-19. Jadi kita tunggu hasilnya saja," katanya.

 

Akan Penuh

Jumlah pasien yang terus naik ini, membuat pihak RSLI khawatir. Mengingat kapasitas tempat tidur dan tenaga medis (nakes) di RSLI sangat terbatas. Untuk daya tampung pasien di RSLI sendiri adalah sebanyak 400 bed. Dengan kenaikan penyebaran virus yang mencapai 7 persen dalam sehari, kemungkinan dalam 2 atau 3 hari ke depan, RSLI akan 100 persen penuh.

"Kami sudah mempersiapkan penambahan bed dan personil nakes. Dalam waktu dekat akan ditambahkan dokter dan perawat yang kemungkinan besar dari TNI karena urgen dan mendesak," pungkasnya.

 

Swab Hunter Sasar Pedagang

Sementara, selama sepekan terakhir, Satgas Covid-19 bersama Pemerintah Kota Surabaya melalui Satpol PP Surabaya terus menggencarkan tes swab di seluruh pedagang yang berada di Surabaya.

Minggu (13/6/2021) kemarin, tim swab hunter menyasar Pasar Gembong Asih dan para pedagang di area Masjid Al Akbar Surabaya. Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, swab antigen dilakukan ke pedagang di daerah utara dan timur. Minggu Pagi, sudah dilakukan swab kepada 135 pedagang di Masjid Al-Akbar dan satu orang positif antigen dibawa ke Asrama Haji.

"Minggu pagi, menyisir lakukan swab di Masjid Al Akbar, siangnya ke Pasar Gembong Asih, Pasar Loak. Karena di sini merupakan sumber kerumunan. Banyak orang yang berkumpul di sini. Yang kita swab khusus pedagang di Pasar Gembong Asih. Hasil sama, ketika positif kita karantina di Asrama haji. Terus dilakukan swab PCR," kata Eddy, di Sentra PKL Gembong Asih, Minggu (13/6/2021).

Eddy menjelaskan, berdasarkan data dari Dinkes Surabaya, saat satu orang positif Covid-19 yang tidak tertangani, bisa menularkan 100 Orang. Karena orang tersebut akan berinteraksi dengan orang lain.

"Makanya ketika kita lakukan swab ini, kita bisa mendeteksi secara dini. Sejauh mana penyebaran COVID-19. Apalagi ada varian baru. Dari Inggris, dari Afrika, dari India yang perlu kita waspadai," ungkapnya.

 

Pedagang dari Madura

Pelaksanaan swab antigen massal kepada pedagang ini sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus di Bangkalan. Terlebih, di Pasar Gembong Asih beberapa pedagang merupakan warga Madura meski sudah bertempat tinggal di Surabaya. "Karena memang Bangkalan dan Surabaya dekat sekali, terutama di Pasar Gembong Asih ini kebanyakan pedagang dari Bangkalan dan asli madura. Meski rumah di sini. Tapi pulang pergi mereka ke daerah Bangkalan, ini kita tidak tahu kapan, dan hari apa.

Sehingga kita deteksi sedini mungkin. Sehingga ketika masuk ke Surabaya betul-betul clearance. Sehingga tidak ada penyebaran lebih jauh pada Covid-19,"jelasnya.

Sementara di Masjid Al Akbar, dari 135 pedagang, ditemukan satu orang yang reaktif Covid-19. Hal ini diungkapkan Kepala Puskemas Gayungan, Harijanti Judaning mengatakan, rapid test massal dilakukan mulai pukul 08.00 WIB. Kemudian pukul 10.35 WIB sudah ada 135 pedagang yang bersedia tes COVID-19 antigen di Kecamatan Gayugan.

"Ini pedagang saja, sampling pedagang Ini perintah dari pak wali. Kan rame sekali hari Minggu. Ini 135 terakhir sudah rapid test antigen," kata Harijanti Minggu (13/6/2021).

Dari 135 pedagang yang dirapid test antigen, salah satu diantaranya menunjukkan hasil reaktif. Kemudian langsing dilakukan swab PCR dan diisolasi di Hotel Asrama Haji (HAH).

"Hasil sementara 1 aja yang reaktif, langsung kita lakukan PCR. Lainnya negatif. 1 yang reaktif langsung diisolasi dibawa ke Asrama Haji sambil menunggu hasilnya atau Labkesda," jelasnya.

Harijanti menjelaskan, sasaran rapid test antigen di area Masjid Al-Akbar memang ditujukan kepada para pedagang. Sebab, pedagang aktivitasnya selalu berinteraksi dan transaksi dengan banyak orang. sem/ang/cr3/rmc