Covid-19 di Surabaya

Pasien di RSLI Melonjak 250 Persen, Terbanyak ART yang habis Mudik

Petugas mengeluarkan pasien Covid-19 dari ambulance untuk dirawat di RSLI, Senin (31/5/2021).

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pasien Covid 19 yang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) mengalami kenaikan signifikan hingga 250 persen pada pekan ketiga pasca lebaran.

Wartawan Surabaya Pagi Digital menghimpun dari relawan PPKPC-RSLI, Senin (31/5/2021), pasien yang dirawat oleh RSLI berjumlah 101 pasien. Rinciannya terdiri dari 59 pasien Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan 42 pasien umum. Pasien yang menjalani perawatan di RSLI Surabaya sempat mengalami penurunan di minggu pertama pasca lebaran. Namun hingga pekan kedua dan ketiga meningkat menjadi 34 orang.

Melihat kenaikan ini, dr. Nalendra selaku Penanggung Jawab dan Kepala Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) menyampaikan bahwa hendaknya masyarakat tetap waspada dan menjalankan prokes yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

"Kenaikan kasus ini hendaknya menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada dan tetap menjalankan prokes yang ada," ujar Nalendra kepada Surabaya Pagi di RSLI (31/5/2021)

Pasien Covid-19 saat diperiksa petugas RSLI sebelum dikarantina. (Foto: Sp/angga)

 

Hingga Senin (31/5/2021) hari ini, kenaikan pada pasien umum pasien Covid-19 berasal dari para Asisten Rumah Tangga (ART) setelah mudik lebaran dan kembali bekerja di Surabaya. Selain itu, masih terdapat klaster keluarga, klaster industri, dan orang - orang yang mempunyai riwayat perjalanan luar kota.

Hingga saat ini, RSLI telah merawat 7455 orang dan 7081 orang diantara sudah berhasil untuk disembuhkan. Radian Jadid selaku Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid 19 RSLI menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak lengah menjalankan protokol kesehatan dan segera ke fasilitas kesehatan terdekat jika memang mengalami gejala awal Covid 19.

"Hindari Kerumunan serta segera ke faskes terdekat jika memang ada gejala (covid-19) jangan terlambat karena jika terlambat peluang sembuh juga berkurang", tutup Jadid. (ang/cr2/rmc)