Pasien Rawat Covid-19 di RS Surabaya Alami Penurunan

Sekretaris Satgas Covid-19 Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), dr. Alfian Nur Rosyid.SP/SP

 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Surabaya sudah sedikit berkurang dari jumlah awal. Termasuk di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan Rumah Sakit Husada Utama Surabaya (RSHU).

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Satgas Covid-19 Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), dr. Alfian Nur Rosyid. Dirinya mengatakan jika ada pengurangan jumlah pasien yang dirawat di RSUA.

"Bed di RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) masih ada pasien, namun saat ini jumlahnya sedikit berkurang dibandingkan sebelumnya," ujar dr. Alfian kepada Surabaya Pagi, Selasa (15/9/2020).

Namun dirinya mengatakan jika ruangan ICU yang ada di RSUA masih dalam kondisi penuh, dan masih belum berkurang dari jumlah awal. Alfian mengatakan Bed Occupation Rate (BOR) di RSKI masih sekitar 50-60 persen. Artinya masih ada sekitar 40-50 bed kosong di ruang isolasi. Namun angka ini masih fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-sewaktu.

"Dalam sepekan ini mulai ada peningkatan jumlah pasien, kemarin ada tujuh pasien baru yang masuk RSKI," ungkapnya.

Sementara itu, di RSHU, jumlah kapasitas bed yang ada untuk pasien COVID-19 sudah jauh berkurang. Bahkan lebih dari 50 persen tempat tidur pasien sudah kosong.

"Saat ini sudah menurun jauh pasien COVID-19 di RSHU. Dari kapasitas 240 bed saat ini tinggal 59 pasien saja," kata Dirut RSHU dr Didi D Dewanto SpOG saat dilansir di detikcom.

Setiap harinya RSHU selalu memulangkan pasien COVID-19 yang dinyatakan negatif dan sembuh. Tak tanggung-tanggung, hingga 10 pasien bisa dipulangkan dalam sehari.

"Rata-rata bisa 7-10 pasien COVID-19 yang sembuh dan dipulangkan," ujarnya.

Dari 59 pasien yang dirawat, tujuh diantaranya memiliki kondisi berat dan dirawat di ruang intensif. "52 kondisi sedang, ada yang sudah membaik menunggu hasil swab negatif. Pokoknya Surabaya sudah bagus saat ini," pungkasnya. adt