Pasukan Pengabdian Masyarakat Untag Tingkatkan SDM Lewat Karang Taruna

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama Karang Taruna Desa Minggirsari Kabupaten Blitar. SP/MBI

SURABAYAPAGI, Blitar- Tim Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berikan pelatihan 'Training of Trainer' pada masyarakat. Kali ini yang menjadi sasaran merupakan Karang Taruna dari Desa Wisata Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Rabu (27/10/2021).

Pasukan Pengabdian Masyarakat pada kegiatan ini datangnya dari Akademisi Fakultas Psikologi Untag Surabaya yang diketuai oleh Dr. Rr. Amanda Pasca Rini., M.Si., Psikolog., dan Sayidah Aulia Ul’Haque., S.Psi., M.Si., Psikolog. Pengabdian masyarakat ini dikemas dengan bentuk pelatihan Training of Trainer kepada pemuda karang karuna untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam pengembangan desa wisata.

Kegiatan ini dilaksanakan secara luring (luar jaringan) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi. Meski demikian, hal tersebut tidak menurunkan antusias masyarakat maupun tim akademisi.

Menurut hasil observasi dan interview yang dilakukan di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, ditemukan permasalahan terkait dengan pengembangan desa wisata yang menjadi acuan pokok dalam melakukan pengabdian masyarakat.

 Hal tersebut merupakan peningkatan sumber daya manusia melalui pengetahuan dan keterampilan pemuda setempat agar dapat mendukung desa Minggirsari menjadi desa wisata lebih berkembang. 

Atas dasar itulah tim pengabdian masyarakat merasa perlu untuk melaksanakan pelatihan Training of Trainer pada Karang Taruna Desa Wisata Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar.

Pada awalnya, pelatihan diawali dengan pemaparan materi pada tanggal 14 Agustus 2021 di Balai Desa Minggirsari dan bantaran sungai Brantas. Sesi tersebut dihadiri oleh 22 pemuda karang taruna sekaligus Kepala Desa Minggirsari.

Kegiatan pelatihan dilakukan tersebut dilakukan pada indoor dan juga outdoor. Pada saat indoor, peserta mendapatkan materi mengenai training of trainer tentang dasar-dasar teori melaksanakan pelatihan, mulai dari menganalisis kebutuhan, membuat grand desain pelatihan, menetapkan metode yang sesuai hingga melakukan evaluasi.

Lebih lanjut, kegiatan outdoor dilaksanakan dalam bentuk outbound yang bertujuan untuk mengaplikasikan apa yang telah didapatkan dari materi yang disampaikan oleh tim pengabdian masyarakat. Aplikasi materi di luar ruangan tampak dari beberapa games yang diberikan dan mengandung nilai-nilai baik yang ingin ditanamkan pada peserta, seperti problem solving, konsentrasi, kerja sama dan lain sebagainya.

Adapun manfaat yang dihasilkan dari pelatihan ini, diantaranya, para pemuda mendapatkan peningkatan wawasan dan keterampilan mengenai penyelenggaraan sebuah pelatihan. Hal ini dapat dilihat melalui analisis hasil uji perbedaan nilai pretest dan posttest yang sudah dikerjakan oleh peserta selama pelatihan berlangsung. mbi