PDAM Kabupaten Pasuruan Tingkatkan Setoran PAD

Direktur PDAM Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan Za'ari.

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - PDAM Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan progres yang sangat signifikan. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu berhasil memberikan prestasi yang luar biasa untuk Kabupaten Pasuruan.
 
Mulai meningkatkan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahunnya, hingga menutupi kerugian di masa lalu. Selain itu, juga meningkatkan jumlah sambungan rumah (SR) atau pelanggan PDAM Giri Nawa Tirta.
 
Direktur PDAM Giri Nawa Tirta Za'ari mengatakan, PDAM ini sudah stop APBD sejak tahun 2014. Setelah itu, kata dia, PDAM murni melakukan pengelolaan keuangan dari modal awal yang ada yakni Rp 49 Miliar. Sementara setoran untuk pemerintah daerah hanya Rp 600 juta.
 
"Saya menjadi Direktur tahun 2016. Saat itu, penghasilan PDAM hanya Rp 13 Miliar per tahun. Alhamdulilah, setoran PAD kami sekarang meningkat," katanya, Senin (07/11/2022).
 
Dia menyebutkan, setoran PAD dari PDAM Giri Nawa Tirta tahun 2021 kemarin mencapai Rp 2 Miliar 483 juta.
 
"Alhamdulilah, ada kenaikan yang signifikan untuk setoran PAD. Pendapatan per tahun kami juga meningkat," paparnya.
 
Menurut Za'ari, pendapatan tahun 2021 itu sebesar Rp 37 Miliar. Kenaikan dibandingkan 6 tahun lalu mencapai 100 persen.
 
Di sisi lain, dibawah kepemimpinan Za'ari, BUMD ini juga sudah mulai sanggup menutupi kerugian di masa lalu. Disebutkannya, setiap tahun, PDAM mencicil kerugian itu Rp 900 juta - Rp 1 Miliar selama enam tahun berturut-turut.
 
"Saya masuk itu ada nilai kerugian sebesar Rp 17 Miliar. Alhamdulillah, kami sudah bisa menganggur hutang masa lalu. Tinggal Rp 10 Miliar, kami sudah cicil Rp 7 Miliar" urainya.
 
Selain itu, Za'ari menerangkan, kepercayaan pelanggan ke PDAM Giri Nawa Tirta juga sudah mulai meningkat dibandingkan dulu.
 
"Saya masuk, jumlah pelanggan hanya 21 ribu orang. Sekarang, sudah 37 ribu orang yang menjadi pelanggan kami," ujarnya.
 
Ia menyebutkan, untuk bisa membawa perubahan di PDAM sampai di titik sekarang itu dibutuhkan beberapa hal.
 
"Yang utama, perlu ada inovasi. Kedua sinergi. Ketiga kolaborasi dengan stakeholder terkait," lanjutnya.
 
Menurutnya, sesuai instruksi Presiden, Kemendagri dan KPK. BUMD diminta melakukan inovasi, sinergi dan kolaborasi.
 
"Beberapa inovasi sudah kami lakukan. Kolaborasi, seperti cakupan pelayanan, peningkatan kapasitas karyawan," terangnya.
 
Ia menyebut, itu sudah dilakukan termasuk mempercepat penanganan ketika ada keluhan dari pelanggan.
 
"Tentu, kami akan terus berusaha sebaik dan semaksimal mungkin untuk kemajuan PDAM dalam memberi pelayanan," pungkasnya. ris