PDIP Usul Pembentukan Pusat Isolasi Terpadu di Tiap Kelurahan

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengusulkan pembentukan pusat isolasi terpadu didirikan di setiap desa dan kelurahan di 38 kabupaten/kota. SP/PR

SURABAYAPAGI, Surabaya - Demi menekan angka kasus baru Covid-19, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengusulkan pembentukan pusat isolasi terpadu didirikan di setiap desa dan kelurahan di 38 kabupaten/kota.  Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno  menjelaskan kalau selama ini sudah ada, maka di daerah lain juga harus serupa ada tempat isolasi terpadu di semua daerah.

“Hal ini mendesak untuk dilakukan mengingat persebaran kasus Covid-19 yang telah masuk ke lingkungan terkecil. Termasuk persebaran klaster keluarga harus menjadi perhatian serius dari pemerintah” ujar Sri Untari Bisowarno, kemarin..

"Covid-19 sudah menyeruak hingga ke desa-desa. Gagasan tempat isolasi terpusat di tiap desa dan kelurahan ini karena kasusnya semakin luas," ucapnya.

Dalam rangka mempersiapkan balai desa dan kelurahan isolasi terpadu, kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu, tentunya harus ditunjang dengan penyediaan fasilitas kesehatan seperti tempat tidur dan oksigen memadai. Oleh sebab itu, lanjut Sri Untari, pemerintah daerah harus melakukan upaya refocusing anggaran untuk mempersiapkan sarana dan prasarana pusat isolasi terpadu.

Ia berpandangan langkah ini dapat menjadi rujukan kebijakan yang berkaca dari efektivitas program kampung tangguh sehingga dapat melakukan penanganan pandemi Covid-19 di tingkatan paling mikro. "Untuk tenaga kesehatannya bisa ambil dari Puskesdes dan Polindes, atau bisa merekrut relawan. Mereka membantu penguatan kampung tangguh," kata perempuan yang juga Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) tersebut.

Di sisi lain, sampai saat ini situasi Covid-19 di Jatim masih menunjukkan kasus yang tinggi, namun setiap harinya tercatat tidak seperti awal-awal Juli 2021. Berdasarkan data yang diperoleh dari Satgas Penanganan Covid-19 Jatim hingga hari ini pukul 16.00 WIB, secara kumulatif tercatat sebanyak 312.103 kasus terkonfirmasi positif.

Perinciannya, konfirmasi dirawat sebanyak 53.547 kasus (17,16 persen), kemudian angka kesembuhan mencapai 237.896 kasus (76,22 persen), dan meninggal dunia 20.660 kasus (6,62 persen). Pekan ini, dari 38 daerah di Jatim, tercatat berstatus zona merah atau risiko penularan tinggi sebanyak 34 kabupaten/kota, sedangkan Sumenep, Pamekasan, Tuban dan Ngawi adalah daerah berisiko penularan sedang atau zona oranye/jingga.sb1/na