Pedagang Mie Ayam yang Raup Rp 26,5 Juta Per Bulan

Sugeng Riyadi saat menyiapkan mie ayam buatannya. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sugeng Riyadi merupakan pedagang Mie Ayam pinggiran. Namun dirinya tak langsung sukses dalam waktu instans. Dulunya ia membantu sang pemilik, seperti mencuci piring, membereskan dagangan, hingga turut meracik bumbu dan melayani pelanggan.

Bekerja di pedagang mie ayam cukup lama, ternyata tak membuat Sugeng serta merta merasa nyaman. Ia justru mempelajari bagaimana cara meracik mie ayam dari bosnya tersebut, sembari menabung sedikit-sedikit dari honornya yang terbatas.

Secara perlahan, ia pamitan kepada bosnya untuk membuka kedai mie ayamnya sendiri. Ia juga meminta izin untuk menggunakan resep bosnya saat berjualan nanti.

Pintarnya, Sugeng mengkombinasikan resep racikan mie ayam bosnya dengan saran resep dari temannya yang beretnis Tionghoa. Dengan bekal tersebut, Sugeng kemudian memulai untuk berdagang.

Awalnya, Sugeng berjualan dengan menggunakan gerobak dorong di pinggiran jalan. Resep kombinasinya cukup berhasil. Setiap hari, mie ayam Sugeng ludes terjual dibeli para pengguna jalan.

Namun, karena memang tak pernah fokus dengan hasil, Sugeng pun tak ambil pusing. Tentu saja, penjualannya menurun. Dalam sehari, paling dua hingga lima mangkok mie ayam saja yang terjual.

Realitas itu ternyata tak membuat Sugeng mundur. Ia tetap bekerja keras dan fokus dengan impiannya sembari menikmati proses yang berjalan. Lambat laun, usahanya melaju lebih baik.

Ia mendapatkan lapak dan lokasi yang jauh lebih strategis. Karena memang sudah punya bekal resep racikan yang mantap, dagangan Sugeng pun laku diserbu pembeli. Tadinya, dua hingga lima mangkok, kini ia mampu menjual 2 ribu mangkok per hari.

Belum lagi, Sugeng juga menjual aneka minuman di kedai mie ayam miliknya. Jelas, keuntungan dari sana-sini ia dapatkan. Total omzet yang berhasil ia dapat dalam sehari kini mencapai Rp 26,5 juta. Luar biasa. Dsy3