Pegawai TU Curi Ratusan Tablet Sekolah untuk Beli Chip Game HP

Pelaku saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi

SURABAYAPAGI.COM, Jember - Aksi pencurian ratusan tablet di SMKN 5 Jember akhirnya tertangkap. Pelaku ternyata orang dalam yang tak lain adalah Bagus Bayu Harahab yang merupakan pegawai honorer (TU) di SMKN 5 Jember.

Kepada polisi, warga Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, mengaku hasil curiannya untuk beli Chip Game HP.

Kepada polisi, Bayu mengaku melakukan pencurian sejak bulan Mei 2021 lalu. Sementara kasus pencurian tersebut terungkap awal Oktober ini.

“Iya saya jual tablet itu untuk beli chip game domino, kadang Rp 50 ribu, kadang lebih. Mainnya setiap hari 24 jam. Tapi tidak pernah menang, selalu kalah , tapi saya beli chip itu terus,” kata Bayu saat di Mapolsek Sukorambi, Rabu (6/10/2021).

Bayu mengakui pencurian tablet yang dilakukan. Dia mencuri tablet tidak langsung mengambil dengan jumlah banyak.

“Bertahap ambilnya, kadang 2, kadang 5 tablet. Ada jeda waktunya. Tapi saya ambil tablet itu ada sekitar 100 buah saja, tidak lebih,” akunya.

Untuk menghilangkan jejak dan menghindari kecurigaan, tablet yang notabene bantuan dari Kemendikbud RI sekitar tahun 2019 itu. Bayu menghilagkan stiker keterangan barang aset sekolah dan bantuan dari pemerintah.

“Sebelum saya jual, saya klentek’i (dibuka dengan dirobek). Agar terlihat baru. Setelahnya itu saya jual ke konter. Saya ngaku ke konter, sebagai distributor HP dan melempar tablet itu ke konter di Jalan Kalimantan, juga ada di Jalan Jawa. Karena konter sebelumnya yang menjual tablet itu tutup,” jelasnya mengaku.

Pelaku mengaku bekerja sebagai tenaga honorer di SMKN 5 Jember, sejak tahun 2008 lalu.

“Gaji awalnya Rp 275 ribu, sekarang naik jadi Rp 1,2 juta,” ucapnya.

Kapolsek Sukorambi, AKP Sigit Budiono mengatakan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus pencurian tablet tersebut.

“Masih kita dalami dan kembangkan kasus ini. Karena terkait jumlah tablet yang hilang belum sama,” katanya.

“Diketahui hasil pemeriksaan sementara tablet yang hilang 350 an. Kemudian tidak ada kerusakan, dalam ruangan penyimpanan tablet, baik bekas congkelan pada pintu atau jendela. Akses masuk ke dalam ruangan juga mudah, dari olah TKP yang kami lakukan,” sambungnya.

Ditanya apakah dimungkinkan ada pelaku lain yang terlibat?, AKP Sigit Budiono belum bisa memastikan.

“Masih kami dalami dan melakukan pengembangan penyelidikan lanjutan,” pungkasnya.

Terkait aksi pencurian tablet milik SMKN 5 Jember itu, berawal dari kecurigaan Kepala TU setempat, yang melihat tumpukan kardus berisi tablet dinilai tidak wajar.

“Saya lihat menumpuk sampek tinggi, ada sekitar 10 kardus. Saya khawatir sama tablet yang ada di dus paling bawah. Akhirnya saya turunkan, dan waktu mengecek isi kardus itu, tablet ya tidak ada semua,” kata Sutikno saaat dikonfirmasi terpisah.

Selanjutnya, kata Sutikno, dilaporkan ke polisi. Karena diduga terjadi pencurian di dalam sekolah.

“Saya juga langsung lapor ibu kepala sekolah, kemudian dilanjutkan membuat berita acara tentang kehilangan tablet itu. Karena tablet itu untuk alat pembelajaran siswa, dan bantuan pemerintah. Sementara disimpan, karena kemarin kan belajar dari rumah karena pandemi Covid-19,” jelasnya.