Pelajar Tenggelam di Bekas Galian C, Begini Respon DPRD Jombang

Bekas galian C yang menyebabkan seorang pelajar meninggal. (SP/M. Yusuf)

 SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Adanya peristiwa meninggalnya seorang pelajar di bekas tambang galian C mendapat respon dari anggota DPRD Jombang.

Ketua Komisi C DPRD Jombang, Choirul Anam, mendorong pihak kepolisian turun untuk mengusut kasus ini. Karena kejadian ini sudah sering terjadi, bahkan beberapa kali sudah memakan korban.

"Pemilik lahan atau pengusaha bekas tambang harus bertanggung jawab, karena tidak dilakukan reklamasi dengan baik. Jadi kami minta kasus ini diusut dengan tuntas," ujarnya, saat dikonfirmasi, Junat (05/6/2020).

Anam menjelaskan, apabila kasus ini tidak diatasi, maka tidak akan ada efek jera bagi penambang yang lain. Sehingga, mereka (penambang, red) akan menyepelekan rekalamasi.

"Kami juga meminta DLH mendata bekas galian yang tidak melakukan rekalamsi dengan baik. Dan segera laporkan ke Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Anam juga meminta kepada Pemkab Jombang agar membatasi izin galian C di Jombang. Karena wewenang soal pemberian rekomendasi berada di Pemkab Jombang.

Sementara itu, anggota Komisi C, Miftahul Huda juga mengungkapkan, bahwa dirinya melihat beberapa kasus bekas galian C yang memakan korban, belum ada kejelasannya.

"Kami berharap pada kepemprmpinan baru di Polres Jombang bisa mengusut kasus ini. Pemiliknya ya harus bertanggung jawab," ungkapnya.

Untuk itu Miftakhul juga meminta kepada pemkab dan Polres Jombang, agar lebih tegas lagi untuk menutup aktifitas tambang iiegal di Jombang,

"Kalau tidak ada tindakan tegas, dipastikan galian C ilegal di wilayah Jombang akan semakin tumbuh," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seoramg pelajar tewas saat berenang di bekas galian C yang berada di Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Jombang, Jawa Timur pada Kamis, (04/6/2020) sekitar pukul 10.00 WIB pagi.suf