Pelaku UMKM Jatim Diingatkan Agar Kuasai Pemasaran Digital

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di acara Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2021 secara virtual, Kamis (16/9/2021). SP/ANT/Biro Adpim Jatim

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah Jawa Timur diingatkan agar  mampu menguasai pemasaran digital.Hal ini di sampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak pada saat membuka Indonesia Marketeers Festival (IMF) 2021 secara virtual dari Surabaya, Kamis(17/9).

"Sebab merupakan elemen yang sangat penting dan harus didorong UMKM-UMKM kita," ujar Emil Elestianto Dardak, kemarin.

IMF 2021 diselenggarakan oleh "Indonesia Marketing Association" (IMA). Menurut Emil, pelaku usaha dulu sangat mengandalkan penjualan langsung, namun saat ini disarankannya penjualan melalui pemasaran secara digital.

Bahkan, menurut Emil Dardak, pemasaran digital bukan klise lagi karena Pemprov Jatim berusaha melakukan katalisasi di sisi talenta.

Selain itu, melalui program "Millenial Job Center" (MJC), Pemprov Jatim telah mendorong transformasi digital guna mendukung diferensiasi produk, yaitu dari 2.000 UMKM, telah difasilitasi oleh ketersediaan 1.500 talenta MJC.

"MJC ini berusaha membuat talenta yang belum memiliki pengalaman akan didampingi untuk membuat profesional. Harapannya ini akan menjadi efek bola salju," kata mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut menekankan bahwa segmentasi pasar harus dapat dipetakan dan disuplemen dengan pemasaran digital, serta menggandeng influencer, agar dapat menjadi salah satu strategi efektif.

"Diketahui masih ada 667 desa yang blindspot, namun dari sisi broadband 67 persen sudah terkoneksi, kemudian reseller dan dropshiper ini juga penting karena beberapa industri manufaktur membutuhkan," katanya.

"UMKM juga harus mampu memilih influencer yang baik dan pemasaran digital yang baik untuk masuk mikro marketing," tutur suami Arumi Bachsin itu menambahkan.sb1/na