Pelatih Yordania Was-was

Pelatih timnas Yordania, Adnan Hamad

Timnas Indonesia Bisa Ubah Grup A, Minggu Dinihari Nanti

 

 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Kuwait - Jelang bertanding lawan Timnas Indonesia, Minggu (12/6/2022) dinihari WIB nanti, Pelatih timnas Yordania, Adnan Hamad, masih kecewa terhadap panitia penyelenggara pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2023. Pasalnya, Ahmad Hamad  marah ketika timnas Yordania diperlakukan tidak baik seusai pertandingan melawan Nepal, di Stadion Jaber Al-Ahmad, Kuwait, Rabu lalu.

Kondisi itu membuat Hamad sampai Jumat kemarin masih murka. Pelatih kelahiran Irak itu menganggap AFC tidak profesional dalam menggelar Kualifikasi Piala Asia 2023.

“Tidak diragukan lagi kemenangan Indonesia melawan tuan rumah [Kuwait] mengubah prediksi di grup ini. Itu membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemungkinan yang setara untuk lolos kualifikasi," kata Pelatih timnas Yordania, Adnan Hamad dikutip laman resmi Federasi Sepak Bola Yordania, Jumat (10/6/2022).

Apalagi salah satu pemain andalan Yordania yakni Musa Al-Tamari, saat ini mengalami cedera setelah pertandingan melawan Nepal. Diketahui Musa mengalami memar pada bagian kakinya setelah laga melawan Nepal, Rabu (8/6/2022).

"Saya menyampaikan kata-kata saya kepada AFC, tidak masuk akal bagi seorang pemain yang memainkan pertandingan 90 menit dan cedera memar berjalan selama 20 menit dan menaiki tangga 3 lantai 4 kali, dan saya pikir rasa hormat itu harus lebih baik untuk para pemain," tambah Hamad, was-was, dikutip dari Al Ghad, Jumat (10/6/2022).

 

Indonesia Berpeluang Besar Lolos

Menurut Adnan Ahmad, timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk lolos ke putaran final Piala Asia 2023 menyusul kemenangan 2-1 atas Kuwait pada matchday pertama pada Kamis (9/6/2022) lalu.

Kemenangan timnas Indonesia atas Kuwait dinilai telah mengubah peta persaingan Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023. Skuad Garuda dianggap kini punya kesempatan melaju ke puataran final.

Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023 berisikan timnas Indonesia, Kuwait, Yordania, dan Nepal. Kuwait dan Yordania dianggap dua negara yang paling berpeluang lolos ke putaran final. Ia akui kemenangan Indonesia atas Kuwait yang merupakan kali pertama terjadi dalam 42 tahun terakhir mengubah persepsi itu, sebagaimana anggapan Adnan Ahmad.

“Kemenangan Indonesia atas Kuwait mengubah prediksi di grup ini dan memiliki peluang yang setara untuk lolos ke Piala Asia 2023,” kata Adnan Ahmad dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Yordania, Jumat (10/6/2022).

Kemenangan atas Kuwait membuat timnas Indonesia untuk sementara menduduki posisi dua klasemen Grup A dengan tiga poin, hanya kalah selisih gol dari Yordania yang memuncaki klasemen usai menang 2-0 atas Nepal di laga perdananya.

Sampai semalam, prediksi Timnas Indonesia vs Yordania dalam jadwal Kualifikasi Piala Asia 2023 di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Kuwait, masih imbang. Kedua tim sama-sama sengit. Mengingat posisi kedua tim di klasemen Grup A. Siaran langsung pertandingan ke-2 Grup A AFC Asian Cup 2023 ini dapat disaksikan di Indosiar dan live streaming Vidio, Minggu, 12 Juni 2022, pukul 02.15 WIB. Kedua tim sama-sama meraup hasil positif di laga pertama Grup A Pra Piala Asia 2023 yang digelar di Kuwait. Timnas Indonesia mengalahkan tuan rumah Kuwait dengan skor 2-1, sedangkan Yordania mengungguli Nepal dengan gelontoran 2 gol tanpa balas.

 

Tiga Opsi Indonesia

Timnas Indonesia punya tiga opsi strategi formasi untuk menghadapi Yordania dalam pertandingan kedua Grup A Kualifikasi Piala Asia 2023.

Selama dalam asuhan Shin Tae Yong, Timnas Indonesia sudah menerapkan tiga formasi permainan, menyesuaikan karakter lawan yang dihadapi. Lantas formasi apa yang akan digunakan Shin saat melawan Yordania dalam laga Kualifikasi Piala Asia 2022 di Stadion Internasional Ahmed Al Jaber pada Minggu nanti.

Selama menangani Timnas Indonesia Shin Tae Yong telah mencoba memakai tiga formasi yaitu 4-4-2, 5-4-1, dan 4-3-3. Tiga formasi ini bisa menjadi opsi untuk diterapkan saat Timnas Indonesia melawan Yordania.

Pada awal kedatangannya, Shin kerap menggunakan formasi andalan 4-4-2. Formasi ini diterapkan pelatih asal Korea Selatan tersebut dalam laga uji coba melawan Afghanistan dan Oman pada 2021.

Formasi ini cukup berhasil saat berhadapan dengan Thailand di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Tim Merah Putih bermain imbang 2-2. Formasi yang sama gagal saat diterapkan saat melawan Vietnam, takluk 0-4.

Terakhir, formasi 5-4-1 kembali dipasang saat melawan Kuwait. Formasi ini berjalan dengan lancar dan membuat Kuwait tak berkutik. Timnas Indonesia membuat kejutan dengan menang 2-1.

Melawan Yordania, mengingat kekuatan lawan lebih baik dari Timnas Indonesia, sepertinya Shin akan menerapkan formasi 5-4-1. Shin sepertinya penganut paham 'don't change a winning team'. n esp/ant